Tuban, (bisnissurabaya) – Melon Langkawi membuat jatuh hati Tuban. Karena itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban tengah mengembangkan budidaya melon varietas Langkawi, di Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu. “Alhamdulillah, hasilnya memuaskan dan menguntungkan petani,” kata Kepala DPKP Tuban, Murtaji, Selasa (24/12).

Melon yang berbentuk kotak, hati, dan bulat itu pengembangannya mengabdosi Drip pada sistem pengairannya.
“Ini akan terus kita kembangkan, termasuk luas tanamannya,” imbuh Murtaji.

Dalam dempolt kali ini lahan yang digunakan seluas 1.000 meter persegi dengan 2.500 tanaman. Melon yang dipanen rata-rata berbobot 1,7 sampai 2 kilogram. Melon varietas Langkawi dengan bentuk kotak ini memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding melon biasa, bisa mencapai Rp 15.000 – Rp 17.000 per kilogram.

Ditambahkan Murtaji, pemasaran melon jenis Langkawi pemasarannya berada di supermarket atau toko buah yang besar. Karena memang untuk kelas menengah ke atas.
“Untuk saat ini, pemasarannya masuk ke supermarket di Sidoarjo karena banyak diminati masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas,” ungkap mantan Camat Bancar itu.

Sementara itu, Bupati Tuban Fathul Huda, saat panen, menyampaikan, kegiatan ini dapat dijadikan motivasi petani untuk terus memaksimalkan lahan pertaniannya. Lahan pertanian dapat ditanami dengan berbagai macam tanaman. Sehingga hasil pertanian beragam dan tidak monoton.
Kabupaten Tuban, tambah pria nomor satu di Bumi Wali, memiliki potensi unggul di sektor pertanian. Sehingga harus didukung SDM yang unggul. Karena itu, perlu ditanamkan etos kerja yang baik kepada masyarakat termasuk petani.

“Petani harus memiliki jiwa wirausaha (entrepreneurship), perlu terus meningkatkan kompetensi diri dengan cara terus belajar dan berinovasi,” terang Bupati Huda.
Ia berpesan jika memang berniat mengembangkan tanaman holtikultura seperti melon, petani harus dipahamkan betul karakteristik dan perawatannya.
“Merawat melon diibaratkan seperti merawat bayi, perlu perhatian khusus,” terang bupati. (imam suroso)