Mojokerto, (bisnissurabaya.com) – Untuk menyerap aspirasi daerah, wakil rakyat yang duduk di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI melakukan kunjungan kerja. Salah satunya adalah La Nyala Mahmud Mattalitti yang berkunjung ke Mojokerto.

Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi menyambut kunjungan kerja Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mahmud Mattalitti di kediaman Ayub Busono Listyawan, Desa Randubango Kecamatan Mojosari, Selasa (24/12).

Ayub pada sambutan selamat datang menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan kerja tersebut. Ayub menyampaikan bahwa Kabupaten Mojokerto sebagai daerah penyangga industri di Surabaya dan sekitar, siap untuk menerima para investor.

“Kami siap membuka peluang industri di Kabupaten Mojokerto. Kami yakin hal tersebut akan membawa manfaat bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Kami juga tetap komitmen menjaga ekosistem lingkungan,” papar Ayyub.

Plt Bupati Pungkasiadi menyampaikan pembangunan dasar di Kabupaten Mojokerto telah berjalan seimbang. Pungkasiadi juga memaparkan beberapa usulan pembangunan daerah salah satunya proyek flyover Simpang 5 Kenanten dan perbaikan GOR.

“Kami rencanakan pembangunan pusat ekomomi, jalan tol, dan flyover Simpang 5 Kenanten yang belum masuk Perpres. Kita juga membangun situs di Trowulan, serta perbaikan GOR. Kita ingin menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena pembangunan fisik harus imbang dengan pembangunan SDM. Ini target kami menuju Kabupaten Mojokerto sejahtera,” kata Plt Bupati Pungkasiadi.

Sementara itu La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan tugas DPD harus menyerap seluruh aspirasi daerah. Aspirasi tersebut kemudian diperjuangkan di Senayan.

“Selain dari apa yang disampaikan tadi, saya juga minta ada yang tertulis. Supaya bisa saya bawa untuk dipertimbangkan di Senayan,” kata La Nyalla Mattalitti.

Beberapa usulan lain dari organisasi masyarakat juga dibahas pada pertemuan ini.
“Kami mohon ijin tambang di Kabupaten Mojokerto yang dikelola provinsi, lebih baik dikelola sendiri oleh daerah. Kami juga melihat masih ada kesenjangan pengupahan antar daerah ring 1, 2, dan sebagainya. Serta kami minta pengembangan pembagunan kawasan Brantas,” kata Makroji mewakili organisasi masyarakat. (sam)