Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Untuk memastikan harga sembako di pasaran tidak begejolak petinggi nomer satu di Jawa Timur melakukan sidak. Hal ini berkaitan dengan datangnya Natal dan Tahun Baru.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, melakukan sidak pasar. Dua pasar yang dituju Pasar Tambahrejo Surabaya dan Pasar Larangan Sidoarjo, Selasa (24/12).

Gubernur Khofifah menegaskan, secara umum barang kebutuhan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 stoknya aman dengan harga relatif stabil. Bahkan harga beberapa sembako di Pasar Larangan sedikit lebih murah dibanding di Pasar Tambakrejo Surabaya.
Seperti komoditi bawang putih, cabe merah dan cabe rawit serta harga daging sapi. Begitu juga bawang putih harganya turun ketimbang bawang merah yang sedikit ada lonjakan.

Meski begitu, Khofifah tidak akan mengizinkan impor bawang merah. Dia tidak mengizinkan impor bawang merah meski pun harga bawang merah saat ini mahal. Namun, sebentar lagi, pada bulan Februari mendatang petani bawang merah di Nganjuk panen raya. Sehingga harga bisa distabilkan. “Jadi stop impor bawang merah di Jatim,” papar Khofifah, usai blusukan mengunjungi beberapa kios menemui pedagang di Pasar Larangan.

Dalam sidaknya di Pasar Larangan, gubernur perempuan pertama di Jatim ini memborong daging sapi di kios milik Hj Nur dan Amiril. Setelah bertanya harga daging sapi per kilo Rp 100.000, Gubernur Khofifah langsung minta ditimbangkan dua kilo gram dan membayar Rp 200.000.

Gubernur Khofifah, juga mampir di kios ikan asin, dan lagi-lagi membelinya. Beberapa pedagang di Pasar Larangan tidak sungkan-sungkam meminta selfi, Khofifah pun melayani permintaan pedangan yang minta foto bareng. Bahkan, sesekali Khofifah, sendiri yang memotret.

Turut mendampingi dalam sidak ini, beberapa OPD Provinsi Jatim termasuk Kepala Dinas Perdagangan Jatim. Namun sayang dalam kesempatan ini Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah tidak tampak.

Tiok selaku UPTD Pasar Larangan menjelaskan harga telur naiknya hanya sedikit. Hampir semua kebutuhan pokok yang ada di pasar Larangan tidak begitu naik.(rino)