Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Setelah viral di media sosial (Medsos) petugas kebersihan minta penarikan beaya kepada masyarakat. Mendengar kabar itu, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya resposif memastikan tak pernah melakukan pemungutan dalam bentuk apapun. Seperti beaya retribusi sampah, sumbangan ataupun THR (Tunjangan Hari Raya) ke masyarakat. Namun, jika ada yang melakukan hal tersebut, dipastikan bahwa itu adalah oknum dan bukan petugas dari DKRTH.

Kepala Bidang Kebersihan, DKRTH Surabaya, Arif Rusman, menegaskan, DKRTH tak pernah melakukan penarikan beaya retribusi sampah ataupun dalam bentuk sumbangan ke masyarakat. Namun, hal ini justru dimanfaatkan oknum yang mengaku-ngaku dari petugas DKRTH dengan menggunakan seragam Cak Kun. Hal ini diketahui berdasarkan rekaman video yang beredar di medsos.

“Sekitar tiga bulan yang lalu video tersebut, kalau ada orang yang memakai baju Cak Kun dan mengaku petugas kebersihan DKRTH minta sumbangan. Padahal, petugas kebersihan DKRTH sudah tidak diperbolehkan menggunakan seragam Cak Kun,” kata Arif, Minggu (22/12).

Menurut dia, seragam Cak Kun tak hanya dimiliki petugas kebersihan DKRTH saja. Mulai dari kader lingkungan hingga petugas pengangkut sampah di lingkungan RT / RW juga memiliki seragam serupa. Dalam video CCTV yang beredar, ada indikasi oknum yang menggunakan seragam Cak Kun minta sumbangan ke salah satu toko di wilayah Rungkut Surabaya.

“Sudah lama petugas DKRTH tidak kami perbolehkan menggunakan seragam Cak Kun, mereka menggunakan seragam khusus,” jelas Arif ini.

Pihaknya mengungkapkan, berdasarkan hasil penelusuran, oknum yang menggunakan kaos Cak Kun dalam video yang beredar tersebut, diketahui dulu pernah menjadi petugas kebersihan DKRTH. Akan tetapi, oknum itu sudah dikeluarkan sekitar 4 tahun yang lalu.

“Oknum tersebut memang dulu bekas petugas kebersihan penyapu, namun 4 tahun lalu sudah dikeluarkan, karena meminta-minta uang THR waktu lebaran. Namun, dia kan masih punya seragam Cak Kun, dan kemudian dimanfaatkan sekitar tiga bulan yang lalu,” imbuh Arif.

Sehingga, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak percaya terhadap oknum yang mengaku-ngaku dari petugas DKRTH dan meminta sumbangan atau biaya retribusi kebersihan. Jika menemukan hal tersebut,masyarakat diimbau agar melaporkan kejadian itu ke DKRTH ataupun pihak kepolisian.

“Sebelumnya juga pernah dari pihak RT RW melaporkan ke kelurahan, namun oknum dalam video tersebut diketahui tinggalnya berpindah-pindah,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya kembali mengingatkan kepada masyarakat, jika menemukan hal serupa, agar segera melapor ke pihak kelurahan, kecamatan atau kepolisian. “Saya akan koordinasi dulu dengan Lurah Rungkut Kidul, agar jika ada warganya yang merasa dirugikan segera melakukan laporan,” pungkasnya. (ton)