Tuban, (bisnissurabaya.com)- Presiden Jokowi mengatakan, Trans – Pasific Petrochemical Indotama (TPPI), yang terletak di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, merupakan salah satu kilang minyak terbesar di Indonesia. TPPI mampu menghasilkan produk aromatic seperti paraxylene, orthoxylene, benzene, toluene. Selain itu juga penghasil BBM Premium, Pertamax, Elpiji, Solar.

Ini bisa untuk semuanya. “Saya menyampaikan kepada Menteri BUMN, Dirut Pertamina, Komut Pertamina, tidak lebih dari tiga tahun harus rampung semuanya. Ada pilihan-pilihan yang bisa diputuskan segera,” kata Presiden Jokowi, sambil meminta Januari 2020 sudah ada kejelasan mengenai pengembangan di Tuban Sabtu (21/12) kemarin.

Menurut dia, jika hasil produksinya maksimal bisa menghemat devisa hingga USD 4,9 miliar atau sekitar Rp 56 triliun. Produk petrokimia seperti ini merupakan subtitusi produk impor.

Ini merupakan substitusi. Karena setiap tahun kita impor, impor, impor. Padahal kita bisa membuat sendiri. Tapi tidak kita lakukan,” ujar Presiden Jokowi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dalam laporannya, menjelaskan, struktur Tuban Petro termasuk TPPI Tuban didalamnya, kepemilikan saham yang dimiliki negara sebanyak 98 persen, sedangkan 2 persennya dimiliki swasta. Adapun 98 persen saham tersebut dimiliki 51 persen PT. Pertamina (Persero) dan 47 persen Kementerian Keuangan.

Mengenai kapasitas produksi (eksisting), lanjutnya, TPPI Tuban untuk Paraxylene 600 KTPA, Benzene 300 KTPA, Orthoxylene 120 KTPA, Toluene 100 KTPA. Dari kapasitas tersebut menghasilkan penghematan devisa sebesar USD 1,4 Miliar.

Rencana pengembangan yang akan dilakukan TPPI antara lain Revamping Platformer, Revamping Aromatic, Pembangunan LPG Unit, dan Olefin Complex. Diperkirakan tahun 2023 akan selesai dikembangkan.

Rombongan Presiden Jokowi, ke Tuban didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, dan Gubernur Khofifah tiba di Kantor TPPI Tuban. Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Staf Khusus Presiden Arif Budimanta, Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama. (bw)