Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Insiden meledak dan terbakarnya truk kontainer bermuatan mebel bernopol L 9795 NN secara tiba-tiba menelan korban. Akibat ledakan itu, enam orang pekerja mengalami luka-luka.

Ledakan itu terjadi di Depo Tanto II Surabaya, Jumat (20/12) pagi, dari laporan di tempat kejadi perkara (TKP)  tujuh orang mengalami luka-luka. Semua korban dikabarkan laki-laki dan sudah dilakukan penanganan medis. Enam diantaranya dilarikan ke RS PHC Surabaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, membenarkan, kontainer itu meledak ketika melakukan pemindahan isi muatan ke kontainer Tanto dengan tujuan pengiriman ke Jayaputa dengan jasa PT Pelayaran Tanto.

“Insiden itu terjadi ketika petugas hendak memindahkan barang melakukan serah terima. Naas enam petugas Depo Tanto yang hendak membuka kontainer mendengar ledakan dari dalam isi kontainer berbunyi seperti ledakan yang menghancurkan,” kata Antonius Agus.

Antonius, menyebut keenam korban luka-luka tersebut rata-rata mengalami benturan di kepala akibat ledakan yang terjadi. Ledakan terjadi diduga dari kaleng lem yang ada di dalam kontainer.

“Sisa-sisa kebakaran barang-barang isi kontainer yaitu triplek kursi dan kaleng lem. Kami mengamankan barang- barang yang diduga sumber ledakan (kaleng lem merk FOX),” ujarnya.

Sementara, Kabid Operasional PMK Kota Surabaya, Bambang Vistadi, mengatakan, korban sudah dievakuasi ke rumah sakit PHC untuk mendapat perawatan. Bahkan sore pukul 15.00 WIB dua korban dilakukan operasi. Enam korban insiden meledak dan terbakarnya kontainer di Depo Tanto II Surabaya dalam kondisi sadar.

Dr Ratih Dyah Pitaloka, dokter jaga Intalasi Gawat Darurat Rumah Sakit PHC Surabaya mengatakan, keenam korban insiden di Depo Tanto II Surabaya dalam kondisi sadar dan bisa diajak berkomunikasi.

Meski demikian, keenam korban tersebut, ada dua korban yang harus menjalani operasi karena ada luka pendarahan dalam otak dan satu korban harus dioperasi pada bagian tangannya.

“Semuanya dalam keadaan sadar dan bisa diajak berkomunikasi. Untuk dua orang korban yang mengalami pendarahan di otak dan triase kuning yang kami tangani menggunakan penanganan terapi konservatif,” kata Ratih.

Ratih memastikan para korban akan ditangani secara komprehensif setelah pihak PT Tanto Intim Line mendatangi rumah sakit. Dua korban yang dirawat di ruang ICU adalah Mahendra Satria Puntadewa (25) warga Pesapen Tengah 44 Surabaya dan Muhammad Yusuf (28) warga Dupak Bangun Rejo III/33 Surabaya. (ton)