Sidoarjo,(bisnissurabaya.com)- Barang bukti (BB) hasil kejahatan di Sidoarjo mulai dimusnahkan. Dasar pemusnahan telah berkekuatan hukum tetap alias ‘inkrach’. Pemusnahan itu dilakukan tim jaksa eksekutor Kejaksaan Negeri/Kejari Sidoarjo, Selasa (17/12). Kepala Kejari Sidoarjo Setiawan Budi Cahyono, mengatakan bahwa pemusnahan barang bukti yang dilakukan itu berdasarkan/melaksanakan perintah putusan hakim yang sudah inkrah.

“Jadi barang bukti yang dimusnahkan adalah barang bukti hasil rampasan untuk dimusnahkan sebagaimana putusan hakim yang sudah inkrah,” katanya. Pemusnahan BB itu yakni narkoba jenis sabu seberat 1.526 gram dan 500 gram ganja kering. Kemudian, sebanyak 66 ribu pil doble L dan 270 miras.

Pihaknya menambahkan, untuk pemusnahan sabu dan pil doble L, petugas menggunakan mesin blender. Kemudian ganja dibakar dan miras dibuang ke selokan. “Barang bukti yang kami musnahkan ini dari 211 perkara yang sudah inkrach untuk tahun ini. Jadi kami dalam setahun kami lakukan pemusnahan empat bulan sekali atau satu tahun tiga kali,” imbuh Budi.

Ketika, ditanya terkait barang bukti yang dimusnahkan itu sedikit bila dibanding dengan perkara narkoba yang ada. Setiawan mengaku bahwa barang bukti narkoba tidak seluruhnya diterima kejaksaan. “Untuk barang bukti narkoba misalnya tidak seluruhnya dikasihkan kepada kami,  hanya sampling saja yang dijadikan barang bukti. Tujuannya untuk pengamanan dan tidak terjadi penyalahgunaan,” pungkas Budi. (rino)