Sumenep,(bisnissurabaya.com)-Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap produk dan jasa keuangan syariah terus dilakukan. Salah satu fungsi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni, meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan. Sehingga mampu mendorong pertumbuhan keuangan syariah secara optimal.

Seperti halnya, dilakukan OJK Regional 4 Jawa Timur/Jatim misalnya menyelenggarakan kegiatan Akses
Keuangan Syariah Melalui Gerakan Menabung Milenial dan Gema Edukasi Keuangan Syariah (Aksi Gaul  Madura) yang bertempat di Sumenep dihadiri 600 peserta yang terdiri dari pelajar SLTA dan SMK, santri, Pondok pesantren serta mahasiswa perguruan tinggi se-Kabupaten Sumenep dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumenep.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Manajemen Stratgis OJK KR4, Mulyanto, mengatakan, sesuai hasil survei Indeks Literasi dan Inklusi keuangan syariah yang dilakukan OJK pada 2016 di Jatim sebesar 29,35 persen. Nilai itu tertinggi di seluruh Indonesia, mengalahkan Provinsi Aceh yang hanya sebesar 21,09 persen.

Menurut Mulyanto, hal tersebut menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat Jatim terhadap layanan keuangan syariah meningkat dan lebih baik dibandingkan provinsi lainnya dengan mayoritas muslim terbesar di Indonesia. Namun, untuk indeks inklusi keuangan syariah di Jatim sebesar 12,21 persen jauh lebih rendah dibandingkan Aceh yang mencapai 41,45 persen.

“Untuk tingkat literasi masyarakat Jatim terhadap produk dan jasa keuangan syariah sudah tergolong cukup baik. Namun, sebagian besar belum menggunakan produk dan layanan keuangan syariah,” kata Mulyanto.

Ia menambahkan, hasil survei juga menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan syariah penduduk Indonesia yang berusia 18-35 tahun berkisar 8,1- 9,3 persen. Sementara indeks literasi keuangan syariah pelajar atau mahasiswa baru sebesar 5,3 persen. Sehingga, dapat disimpulkan pemahaman generasi milenial, khususnya pelajar dan mahasiswa terhadap keuangan syariah masih sangat rendah.

Generasi milenial dalam beberapa tahun terakhir sering menjadi pusat perhatian. Generasi ini dianggap memiliki ide-ide segar, visi yang jernih, pemikiran-pemikiran
yang kreatif dan inovatif serta diyakini mampu mendorong terjadinya transformasi dunia ke arah yang lebih baik melalui efektivitas, perbaikan dan pengembangan. “Dengan persepsi tersebut, masyarakat memiliki harapan yang besar bahwa generasi
milenial akan menjadi calon pemimpin baru yang berperan sebagai agent of change,
membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” tandas Mulyanto.

Peran generasi milenial, lanjut dia, sangat besar dalam membangun bangsa, khususnya pembangunan ekonomi, harus didukung dengan pemahaman yang cukup dalam bidang keuangan karena tingkat pemahaman tersebut akan menjadi bekal penting dalam setiap pengambilan keputusan.

Berpijak dari hal tersebut, Mulyanto menyampaikan bahwa OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur bersama para penggiat keuangan syariah di Jawa Timur menggagas program peningkatan literasi keuangan syariah yang diwujudkan dalam bentuk penyusunan buku Gaul keuangan syariah. Buku ini disusun OJK Kantor Regional 4 Jatim bersama MUI Jawa Timur, ADPASI, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Majelis Sarjana Ekonomi Islam (MASEI), Forum Dai Ekonomi Islam (FORDEIS), Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (FORDEBI), Kementerian Agama Provinsi Jatim, Universitas Airlangga dan Universitas Negeri Surabaya.

Program itu, diharapkan pangsa aset perbankan syariah terhadap total aset perbankan di Jatim yang saat ini mencapai 5,95 persen dapat semakin meningkat, mengingat pangsa perbankan syariah di Jatim masih memiliki ruang pengembangan yang luas dengan mempertimbangkan potensi pengembangan industri keuangan syariah di Jatim yang sangat besar. Antara lain, jumlah penduduk
muslim mencapai 97 persen dan terdapat lebih dari 6.000 pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai lebih dari 1 juta santri. (ton)