Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Setiap tahunnya Kota Surabaya menambah jumlah kamera Closed Circuit Television (CCTV). Pemasangan ini dipasang di sejumlah persimpangan jalan untuk memantau kondisi lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajat mengatakan, 2019 ini, pihaknya telah menambah  135 unit kamera CCTV dengan fitur Face Recognition, dan 5 unit Speed Camera.

“Sebanyak 23 di persimpangan siap E-Tilang, bekerjasama dengan Polda Jatim, Polrestabes dan Polres Tanjung Perak,” kata Irvan, di Surabaya, Senin (16/12).

Fitur kamera CCTV milik Dinas Perhubungan sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika. Bedanya, CCTV Dinas Perhubungan lebih multi fungsi, disamping mengawasi lalu lintas, mengenali wajah dan plat nomor kendaraan, hingga bisa memantau kepadatan atau volume kendaraan.

“Dinas Perhubungan memiliki kurang lebih 1.200 unit. Separuhnya analitical, dan separuhnya lagi survilence,” imbuh Irvan.

Irvan menambahkan, selain Dishub, pemasangan CCTV juga dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika. Hanya saja, Diskominfo memasang CCTV di sejumlah obyek vital.

“Tujuan pemasangan kamera adalah untuk Surabaya Safe City. Makanya kita berkoordinasi dengan Diskominfo. Jadi, selain untuk pengamanan juga pengaturan lalu lintas, E-Tilang dan Face Recognation,” tandasnya.

Sementara, CCTV yang dilengkapi dengan pengeras suara, penggunaannya lebih spesifik untuk melakukan kegiatan sosialisasi, terutama di kawasan-kawasan yang kerapkali digunakan ngetem kendaraan.

“Ke depan tak hanya voice, kalau sekarang ini E-Tilang di persimpangan, kemudian speed kamera di ruas. Tidak menutup kemungkinan, E-Tilang juga berkembang untuk penindakan parkir liar atau ilegal yang tercapture,” paparnya.

Selama ini, CCTV yang dipasang Dishub mengawasi berbagai bentuk pelangggaran. Seperti tabrak lari, pelanggaran kecepatan dan dibawah rambu larangan. Di tahun 2020, CCTV akan dikonsentrasikan di sejumlah ruas jalan, namun di beberapa lokasi yang sering terjadi pelanggaran, seperti di sekitar mall dan beberapa lokasi lainnya.

“Nanti kawasan yang terjadi pelanggaran. Misalnya di TP, Surabaya plaza dan Royal Plaza dan CITO yang biasanya dijadikan mangkal R2 dan R4 bisa dijadikan tempat mangkal bisa tercapture kamera,” pungkasnya. (ton)