Surabaya,(bisnissurabaya.com)-Revitalisasi terminal intermoda dan gedung parkir Joyoboyo akhir tahun 2019 diperkirakan akan rampung. Namun, masih banyak pekerjaan rumah (PR) atas bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 8.669 meter persegi tersebut.

Yakni, kapasitas parkir yang tersedia cukup besar, dapat menampung 4 bus kota, 8 bus pariwisata, 69 mikrolet, 363 mobil dan 292 motor dalam satu terminal. Revitalisasi  dari terminal Joyoboyo yang difungsikan untuk memberikan pelayanan jasa angkutan yang menelan puluhan miliar itu dengan pembangunan secara multiyears (Bertahap).

Namun sayang, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana/Sapras, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Ridho Nur Wahab ketika dikonfirmasi terkait anggaran yang menelan puluhan miliar tersebut sekan tak ingin mempublikasikan ke publik. Bahkan, disinggung akan jaminan kualitas mutu yang sesuai spesifikasi item material dari Gedung tersebut salah satu icon terminal yang dimiliki kota Surabaya itu. Lagi-lagi mantan Kepala Bidang Pengawasan Dinas PU Bina Marga Pemkot ini enggan memberikan tanggapannya.

Padahal, jelas di dalam Peraturan Presiden/Perpes No 16/2018  tentang pengadaan barang dan jasa pasal 69 jelas penyelenggaraan dilakukan secara elektronik menggunakan sistem informasi yang terdiri atas sistem pengadaan secara elektronik dan sistem pendukung (SPSE) menganut sistem informasi keterbukaan publik. Sedangkan, di dalam Undang-undang No 2/2017 tentang jasa konstruksi pada pasal 3 dengan penyelenggaraan berdasar asas kejujuran dan keadilan serta kesetaraan keserasian dengan maksud penyedia jasa menjalankan hak dan kewajiban dengan meningkatkan kepatuhan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Diketahui sebelumnya, Kabid Sapras Dishub Surabaya telah secara resmi mengatakan, tujuan pembangunan terminal dan gedung parkir dengan konsep Green Building  adalah menjadikan terminal ramah lingkungan. Untuk itu, dalam tahap perencanaan, pembangunan hingga operasional dan pemeliharaannya mengurangi dampak lingkungan dengan menciptakan ruang terbuka hijau. Kemudian, memanfaatkan lahan dengan bijak sehingga menciptakan kualitas udara yang baik dan nyaman untuk dikunjungi.

“Sesuai persyaratan (Green Building) ada persentase untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), sirkulasi udara bagus, kemudian pengelolaan air yang terpakai, misal untuk kegiatan penyiraman tanaman,” kata Ridho, Rabu (11/12).

Ridho menjelaskan, Terminal dan Gedung Parkir Joyoboyo di desain dengan membuat ruang terbuka hijau di area utara dan selatan bangunan.  Bagian fasad terminal, juga di desain dengan konsep green fasade, dengan membuat tanaman secara vertikal untuk menambah estetika bangunan.

Terminal Intermoda dan Gedung Parkir Joyoboyo terdiri dari 5 lantai, dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, diantaranya toilet yang berjumlah memadai. Bahkan, tiap lantai juga dilengkapi toilet untuk difabel.

Bahkan, Ridho Nur Wahab menambahkan, proses pembangunan Terminal Intermoda dan Gedung Parkir saat ini tinggal finishing. Yakni tinggal proses pembersihan serta tes komisioning, yaitu serangkaian kegiatan pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik yang selesai dikerjakan dan hendak dioperasikan, agar aman saat digunakan.

“Beberapa peralatan yang nanti akan diperasikan seperti CCTV, Genset, Lift dan eskalator semua di tes,” pungkasnya. (ton)