Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Tingginya angka penemuan HIV/Aids di wilayah Kedung Doro Surabaya membuat prihatin semua pihak. Berdasarkan data pada Dinas Kesehatan Kota Surabaya, pada 2017, khususnya di Puskesmas Kedungdoro ada 46 orang/16 persen ditemukan menderita HIV/Aids. Sedangkan di Perak Timur 45 orang/16 persen, Putat Jaya 62 orang/21 persen dan RSUD dr Soetomo sekitar 138 orang/47 persen.

Berdasarkan data tersebut, Standing Comittee on Sexual and Reproduktive Health and Right Including HIV and Aids Center for Indonesian Medical Student Activities (SCORA CIMSA) Unair bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit & Kelamin (Persoski) dan Inti Muda dalam mengedukasi siswa/i SMK PGRI 4 Surabaya mengenai penyakit AIDS & Memberikan pemeriksaan VCT sebagai langkah awal deteksi AIDS dalam rangkaian Word AIDS Day 2019.
Hal itu dikemukakan Lora CIMSA 2019-2020 Nisrina Nabila Raniasari didampingi Local Coordinator CIMSA Unair 2019-2020, Andi Muh Rahul Alfaidin dan Nadhira Rahma A, kepada bisnissurabaya.com, di Balai RW X Kedung Doro Surabaya Sabtu (14/12) pagi.

data dari dinas kesehatan tentang angka penemuan HIV/AIDS di Surabaya tahun 2017. (Foto/ist)

Dalam bakti sosial ini, kata Rania, pihaknya melakukan diskusi dengan siswa/i SMK PGRI 4 dan anak muda di Kedungdoro, terkait mitos AIDS dan oencegahannya.
“Saya heran, mengapa masyarakat begitu kejam dengan mitos terhadap orang yang ngidap AIDS. Padahal, kalau hanya bergaul dan cakap-cakap saja tidak akan menular,” kata Nisrina Nabila Raniasari, yang juga mahasiswa semester 5 FK Unair ini. Hal senada juga dikemukakan Nadhira Rahma A.
Menurut Nadhira, penularan AIDS hanya bisa dilakukan lewat darah, hubungan seksual dan jarum suntik tak steril. “Jangan menghukum penderita AIDS dengan hukuman sosial seperti itu. Mari hindari mitos penyalahgunaan masyarakat terhadap penderita AIDS,” kilahnya.
Selain melakukan diskusi, bakti sosial juga dilakukan terhadap 20 warga untuk tes Voluntary Counseling and Testing/VCT. (bw)