Gresik, (bisnissurabaya.com)
Sebuah terobosan atau inovasi dibutuhkan dalam suatu pekerjaan. Hal ini bertujuan agar membuahkan hasil kerja yang maksimal. Dan memiliki daya saing tidak monoton. Di Pemerintah Kabupaten/Pemkab Gresik para Organisasi Perangkat Daerah/OPD serta camat dilecut/dipacu untuk bisa menciptakan inovasi dalam menjalankan tugas kesehariannya. Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, berharap agar semua OPD di Gresik harus menciptakan inovasi sekecil apapun.

Untuk keperluan ini, Pemkab Gresik melaksanakan lomba sinergitas kinerja kecamatan se Kabupaten Gresik. Setelah melaksanakan beberapa tahapan lomba. Terdapat 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Gresik, Kecamatan Duduksampeyan, Kecamatan Panceng, Kecamatan Driyorejo dan Kecamatan Kedamean masuk kategori besar. Dan mereka diharuskan memberi pemaparan dan memberi argumentasi di ruang Graita Eka Praja Pemkab, Selasa (10/12).

Para Camat, Anggota Muspika yang disertai beberapa anggota dari kecamatan setempat mempresentasikan program kepada dewan juri. Dewan ini berhak menanyakan beberapa hal terkait yang disampaikan. Dewan juri diketuai oleh Dr. Sukardi dari Universitas Merdeka Malang.
Sedangkan anggota dewan juri adalah para Kepala OPD. Mereka adalah Tursilowanto Hariogi Asisten III, Siswadi Kepala BPPKAD, Nadlif Kepala BPPKAD, Mahin Kepala Dinas Pendidikan, Kusaini Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Abu Hasan Kepala Dinas Satpol PP serta perwakilan dari Bapelitbangda Gresik serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gresik.

Yang mendapat kesempatan pertama pemaparan adalah Camat Panceng Dwi Purbo Wahyono. Purbo demikian dia biasa dipanggil mempresentasikan beberapa kegiatan yang sudah dilakukan di wilayahnya.
“Kami menggalakkan pembangunan biopori di beberapa wilayah desa yang bertujuan untuk penyerapan air dalam tanah. Hal ini agar nanti air yang terserap bisa tersimpan dalam tanah. Sudah ada seribu lebih biopori yang kami bangun,” papar Purbo.

Purbo juga menyampaikan tentang wilayah hutan yang ada di wilayahnya yang saat ini dijadikan tempat pembuangan sampah. Pihaknya mengaku, saat ini sedang berupaya mengedukasi masyarakat.
“Saya juga tengah berupaya meminimalisir volume sampah yang ada di Panceng, agar nantinya hutan di Panceng tidak dijadikan tempat pembuangan sampah,” sambungnya. Kesempatan kedua, Camat Kedamean Arifin. Pihaknya memaparkan programnya. Dia yang hanya didampingi Sekcam dan seorang operator.

“Kami berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Berbagai upaya kami lakukan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Wilayah Kecamatan Kedamean,” paparnya.
Sementara, penampilan tim Kecamatan Duduksampeyan yang paling berbeda. Selain dihadiri oleh tim lengkap termasuk Kapolsek dan Danramil serta seluruh Seksi Pemerintah Kecamatan. Tim juga mengenakan seragam batik khusus dan berkopiah dilengkapi dengan pin.
“Keberhasilan program kami, yaitu pada bidang kesehatan. Kami sukses membuat program jambanisasi warga yaitu ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar sembarangan. Kalau dulu jambanisasi hanya pada 4 desa, saat ini sudah tersebar di 20 desa,” papar Suropadi Camat Duduksampeyan.

Suropadi juga menyatakan bahwa pihaknya sudah berhasil menyukseskan Badan Usaha Milik Desa/ Bumdes. Terdapat 5 Bumdes yang saat ini mengelola sumber air bersih didesanya untuk disalurkan kemasyarakat desa setempat.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Reza Pahlevi menambahkan saat ini sudah beragam inovasi diciptakan dari beberapa kecamatan. “Sesuai harapan Bupati agar semua OPD bisa menciptakan inovasi, saya sangat optimis hal itu bisa dilakukan. Saat ini hampir masing-masing OPD tengah berlomba untuk berinovasi. Selanjutnya hasil inovasi ini diharapkan bisa di reduplikasi ke semua wilayah,” tandas pria yang belum genap seminggu menjabat Kabag Humas ini. (sam)