Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Keberadaan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Waru di lahan Kantor UPTD Pendidikan Waru, kini menjadi polemik. Karena lembaga yang berada dibawah Kementerian Agama seolah-olah merasa lahan itu miliknya. Tidak ingin polemik berkepanjangan, Komisi D DPRD Sidoarjo langsung mengadakan hearing, Selasa (10/12).

Lantaran selama ini KUA Waru tak punya kantor. KUA Waru awalnya bertempat sementara di Masjid At Taubah Desa Kepuh Kiriman Kecamatan Waru. Kemudian, pindah ke Kantor UPTD Pendidikan Waru, hingga kini menempati sebuah kantor di Desa Pepelegi, Waru, dengan cara menyewa. “Tapi kami sudah tidak punya dana untuk memperpanjang masa sewa rumah itu sebagai kantor. Lalu terbit surat dari Kecamatan Waru yang isinya, kita disuruh menempati Kantor UPTD Pendidikan Waru itu lagi,” kata Khoidar, perwakilan wari Kementrian Agama (Kemenag) Sidoarjo.

Masalah kemudian timbul, setelah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Waru mengaku merasa terganggu dengan aktivitas KUA. “Kami merasa terganggu dengan aktivitas KUA Waru, karena rutinitas di kantor UPTD itu sangat padat. Seperti untuk kegiatan KKG dan kemarin juga ditempati Sosialisasi BPJS. Makanya kami mengadu ke Komisi D DPRD Sidoarjo,” papar Retno, Sekretaris K3S Waru. Masalah itu berkembang makin runyam, lantaran pihak KUA Waru, seolah-olah hendak menguasai lahan yang digunakan Kantor UPTD Pendidikan Waru tersebut.

Hal itu langsung ditepis Komisi D, yang menjelaskan kantor itu tetap milik Kantor UPTD Pendidikan Waru. “Alhamdulillah, kalau kantor itu dinyatakan tetap milik kami,” terus Retno, Ketua Komisi D, H Dhamroni Chudlori meminta pihak KUA Waru untuk berkomunikasi dengan pihak Takmir Masjid At Taubah, Desa Kepuh Kiriman, Waru. Agar jika sudah diperbolehkan pindah sementara ke masjid tersebut, pihaknya berharap tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Hadir dalam hearing, selain diikuti oleh Komisi D yang didalamnya H Dhamroni Chudlori tampak pula Zahlul Yussar, Kasipah Amd, Hj Ainun Jariyah, Hj Mimik Idayana, Aditya Nindyatman, Wisnu Pradono dan H Ali Sucipto, juga dihadiri oleh pihak Kecamatan Waru serta Bagian Aset Pemkab Sidoarjo. (rino)