Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Michael Chung, mantan kepala cabang PT Bank Century Tbk Surabaya ini dituntut enam tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Terdakwa Michael Chung dinilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim terbukti bersalah melanggar pasal 49 ayat (2) huruf b UU No 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU No 7 tahun 1992 tentang Perbankan.

“Terdakwa sengaja tidak melaksanakan langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank terhadap ketentuan dalam Undang Undang ini, dan ketentuan peraturan perundang undangan lainnya yang berlaku bagi bank,” kata jaksa Mariani Melindawati alias Maya, Rabu (10/12).

Karena itu, Maya, menuntut enam tahun penjara dan membayar denda sebesar Rp 5 miliar subsider enam bulan kurungan.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Jihad Arkahudin, memberikan kesempatan dua hari pada terdakwa untuk mengajukan pembelaan.

“Ya, kita sepakati hari Kamis nanti kami berikan kesempatan bagi terdakwa untuk mengajukan nota pembelaan. Ya, kita sepakati bersama ya,” tutup hakim Jihad Arkahudin di ruang sidang Candra gedung Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Diketahui, terdakwa Michael Chung pada periode Juni 2007 hingga Desember 2008, berdasarkan SK PT. Bank Century Tbk No 121/SK/Century/SDM/VI/2007
dan SK No 128/SK-DIR/Century/XII/2008, diangkat menjadi Kepala Bagian Operasional sekaligus Pejabat Sementara (PJS) pimpinan cabang PT Bank Century Kartajaya.

Pada Nopember 2008 PT Bank Century Tbk di Likuidasi Pemerintah, setelah itu pada pada 11 Februari 2009 terdakwa Michael Chung cabang Surabaya Kertajaya didemo nasabah PT Antaboga dengan tuntutan mengembalikan uang yang telah di investasikan ke reksadana tetap terproteksi PT Antaboga melalui PT Bank Century Tbk.

Menurut pendemo Gayatri, Wahyudi Prasetyo dan Yao Yopie Yuwono, pada tahun 2004 nasabah telah membeli produk reksadana tetap terproteksi PT. Antaboga melalui PT. Bank Century Cabang Surabaya Kartajaya.

Menanggapi tuntutan demo dari nasabah tersebut, terdakwa Michael Chung membuat 2 surat pernyataan. Surat pernyataan tanggal 11 Februari 2009 yang ditandatangani oleh terdakwa Michael Chung yang intinya bertanggung jawab atas penempatan dana reksadana /investasi tetap Antaboga adalah tanggung jawab Bank Century.

Padahal, berdasarkan peraturan Bank Indonesia, manajemen PT Bank Century Tbk sejak tahun 2005 dinyatakan sudah tidak lagi menjadi sub penjualan reksadana tetap terproteksi PT Antaboga, dan seluruh kegiatan PT Bank Century Tbk diambil alih oleh Pemerintah melalui LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), sehingga semua kegiatan perbankan PT Bank Century Tbk pada saat itu harus seijin LPS. (ton)