Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Proyek Jalan Yos Sudarso diragukan selesai akhir tahun ini. Padahal, sebelumnya gembar-gombor proyek tersebut dipastikan sudah bisa dilalui pejalan kaki maupun pesepeda sudah dilakukan.

Kepala Bidang Bangunan dan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DKPCKTR) Surabaya, Iman Krestian, sebelumnya mengatakan, akhir tahun 2019 ini, pihaknya akan menyelesaikan pembangunan atap basement atau badan jalan. Terhitung, progres keseluruhan pembangunan ini sudah mencapai 40 persen.

Kini Iman meragu. Sebab, pengerjaan proyek alun-alun bawah tanah ini akan kurang maksimal dengan cuaca hujan. “Kami agak khawatir juga. Karena ini kan sepertinya sudah masuk musim hujan. Semoga saja tidak ada halangan ya,” kata Iman.

Pihaknya, tak ingin memaksakan membuka kawasan tersebut jika dalam proses pengerjaannya terjadi masalah. Dikhawatirkan bila dibuka akan menimbulkan masalah baru. Bahkan, Iman tak memungkiri, kemungkinan dibuka atau tidaknya Jalan Yos Sudarso ini masih dalam pertimbangan yakni fifty-fifty.

Iman khawatir, datangnya musim hujan membuat penyelesaian proyek tidak maksimal. Seperti, tak bisa cepat keringnya pengecoran, tergenangnya titik proyek, hingga terganggunya para pekerja dengan hujan.

“Kami tetap upayakan untuk percepatan penyelesaiannya. Namun, karena hujan, kami mulai mencemaskan dan lebih mementingkan keamanan. Tetap harus safety first. Kalau aman, kami akan buka, namun jika tidak aman atau membahayakan akan tetap restricted,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada lima tahapan dalam mengerjakan proyek basement ini. Pertama, pemindahan jaringan pipa yang sudah berlangsung selama bulan Sepetember. Tahap kedua adalah pengerjaan konstruksi dinding penahan tanah, pondasi, sekaligus kolom konstruksi basement. Semua itu dikerjakan dalam waktu sekitar dua bulan.

“Akhir tahun ini kami upayakan pengerjaan atap basement selesai. Kemudian dapat dilalui pejalan kaki atau pesepeda. Targetnya, bulan Maret Jalan Yos Sudarso sudah difungsikan kembali seperti semula,” kata Iman Krestian, Jumat (06/12) lalu.

“Saat ini konstruksi pondasinya sudah kelar. Pengerjaannya ini memakan waktu dua bulan. Mulai akhir September kemarin  sampai awal Desember,” imbuh Iman.

Setelah pengerjaan konstruksi pondasi rampung, Iman menyebut, pembangunan ketiga adalah penggalian tanah sedalam tiga meter. Penggalian tersebut digunakan untuk pemasangan scaffolding (cetakan beton). “Scaffolding ini untuk konstruksi atapnya atau cor balok dan plat untuk lantai jalan,” jelasnya.

Bersamaan dengan pemasangan scaffolding itu, Iman memastikan bahwa pihaknya juga menyiapkan penyambungan dengan konstruksi basement. Selanjutnya, tahap keempat adalah pengerjaan pembesian dan pengecoran balok. “Di samping pengerjaan pembesian dan pengecoran, nanti juga ada pemasangan plat atap basement. Dihitung kurang lebih sekitar dua minggu pengerjaannya,” paparnya.

Setelah semua selesai, sebelum dapat dilintasi pesepeda dan pejalan kaki, tahap terakhir adalah penggalian di bawah plat atap basement di Jalan Yos Sudarso. “Bersamaan dengan ini kami menunggu proses kematangan beton atap basement agar siap digunakan pada akhir tahun 2019. Harapannya semoga berjalan lancar dan sesuai harapan,” pungkas dia. (ton)