Surabaya, (bisnissurabaya.com)
Kasus rasis mahasiswa Papua yang menjadi perhatian publik memasuki sidang eksepsi. Namun, Majelis Hakim Pengadilan Negeri/PN Surabaya menolak eksepsi yang diajukan Tri Susanti alias Mak Susi, terdakwa kasus penyebaran berita bohong perusakan bendera merah putih di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) yang menimbulkan kerusuhan itu.

Ketua Majelis Hakim PN Surabaya, Yohannes Hehamony, saat membacakan amar outusan sela Selasa (10/12) menolak seluruh eksepsi tim penasehat hukum terdakwa Tri Susanti alias Mak Susi. Dengan ditolaknya eksepsi, majelis hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum/JPU Kejati Jatim untuk melanjutkan perkara ini ke pemeriksaan pokok perkara, dengan menghadirkan para saksi ke persidangan.

Dipersidangan terpisah, Hakim Yohannes Hehamony, juga menolak eksepsi terdakwa Andria Ardiansyah melalui tim penasehat hukumnya yang sebelumnya menyoal PN Surabaya tidak punya kewenangan. Sama dengan Mak Susi, persidangan Andria Ardiansyah, juga akan dilanjutkan dengan pembuktian pokok perkara yang akan disidangkan hari Rabu (11/12).

“Kami akan hadirkan dua saksi dulu untuk sidang hari Rabu,” kata JPU Novan A. Arianto saat dikonfirmasi usai persidangan. Terpisah, Sahid ketua tim penasehat hukum Mak Susi mengaku legowo dengan putusan majelis hakim, meski ada sedikit ketidakpuasan atas ditolaknya soal delik aduan terkait lego standing pelapor dalam unusr pasal 28 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

“Kami selaku tim penasehat hukum legowo hanya saja ke soal dakwaan pasal 28 itu jelas, unsurnya jelas bahwa disitu yang punya legal standing ada individu kelompok, sedangkan dalam kasus ini siapa pelapornya, ini yang gak jelas. Jaksa justru menganggap kami menggiring opini,” tandas Sahid saat dikonfirmasi usai persidangan.

Saat ditanya kesiapan terkait pembuktian pokok perkaranya, Sahid mengaku akan mendiskusikan dengan tim pembela lainnya. “Kami akan diskusikan dulu dengan tim masalah persiapan pemeriksaan saksi. Intinya kami siap untuk membuktikan apa yang dilakukan Mak Susi ini sebagai bentuk membela NKRI,” ucap Sahid.

Untuk diketahui, Mak Susi didudukan sebagai pesakitan di PN Surabaya lantaran diduga menyebar berita bohong atau hoaks melalui sarana elektronik yakni WhatsApp/WA terkait perusakan bendera merah putih di asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya pada Jum’at (16/8) lalu. Sedangkan terdakwa Andria Ardiansyah diduga bersalah karena telah menggugah insiden Kerusuhan di akun YouTube tanpa melihat fakta yang sebenarnya. (ton)