Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Minat anak muda terhadap vlog tinggi sekali. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya peserta lomba vlog yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga/Dispora Jawa Timur/Jatim di GOR Basket CLS Surabaya Minggu (8/12). Sedikitnya ada 59 group vlog yang ikut berlaga dalam kompetisi ini. Sebagian group terdiri dari anak-anak berusia antara 16 – 20 tahun.

‘’Kemajuan digital sudah tidak bisa dihindari lagi. Banyaknya peserta lomba vlog ini menunjukkan bahwa vlog bisa digunakan untuk mempromosikan kegiatan, baik instansi, kelompok maupun perorangan,’’ kata Kabid Kemitraan Kepemudaan dan Keolahragaan, R Heru Wahono Santoso, S.Sos., MM, yang mewakil Kadispora Jatim, Drs Supratomo, M.Si., Minggu (8/12) kemarin.

Karena itu, kata dia, untuk menumbuhkembangkan kreativitas generasi muda milenial yang berperan aktif dalam mengisi pembangunan serta memunculkan entrepreneur muda berdaya saing global dan memiliki kompetensi diera digital, Dispora Jatim menyelenggarakan ‘Lomba Kreatifitas Pembuatan Video Promosi/Video Bloger/Vloger Digital Inovation Milenial 2019’.

Dalam lomba ini, satu group maksimal lima orang dengan tiga kategori. Yakni, entrepreneur muda (wirausaha muda), olahraga dan bahaya narkoba. Yang menarik, disela-sela lomba juga digelar workshop yang menampilkan tiga wartawan senior. Diantaranya, Dedy Wahab dari RRI Surabaya, Bambang Wiliarto – Pimred Bisnis Surabaya dan Zaini dari D One.

 


Peserta vlog, sebagian besar bertanya seputar bagaimana menjadi seorang vloger yang handal. Misalnya, mulai pengambilan video, konten maupun audio visual. Seperti yang dikemukakan Resa Kharisma Efendi, yang perwakilan group Kiperbola dari Kediri. Demikian juga dengan Warda Tul Jannah, dari group Mawea Lumajang. Menjawab hal itu, Bambang Wiliarto, menyatakan, untuk menjadi seorang vloger yang handal, diperlukan ketek unan dan kesabaran dalam membangun satu cerita yang akan di-video-kan.

‘’Diakui atau tidak, vlog merupakan bisnis anak milenial yang menjanjikan. Karena itu, dibutuhkan kekompakan dalam mengambil gambar video, narasi dan suara narasi dengan background music yang pas,’’ kata Bambang, yang didampingi, Zaini, yang mengupas khusus tentang isi konten ini.

Demikian juga dengan Dedy Wahab. Dedy, mengatakan, modulasi suara yang bagus dalam membuat vlog khususnya saat ber-narasi tidak bisa ditawar lagi. ‘’Suara yang bagus dan jelas, akan mendukung pengambilan video yang bagus serta latar belakang music yang pas. Kalau semua dilakukan dengan pas dan serasi, saya yakin viewer akan banyak,’’ ujar Dedy.

Dedy, minta kepada instansi pemerintahan lainnya khususnya Dispora yang tersebar di 38 kabupaten/kota se Jatim agar aktif dan mengikuti jejak Dispora Jatim dengan menggelar lomba vlog serupa di daerahnya masing-masing. Dalam Lomba Kreatifitas Pembuatan Video Promosi/Video Bloger/Vloger Digital Inovation Milenial 2019 dengan total hadiah Rp 31,5 juta ini masing-masing kategori tampil tiga juara. (bw)