Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Tentu akan berdampak luar biasa dikemudian hari. Karena, hal itu tak pernah hilang dalam ingatan anak hingga tumbuh dewasa.

Dengan, Surabaya Eco School melibatkan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tentu, akan tertaman jiwa kepedulian terhadap lingkungan dari pengelolaan sampah hingga menanam pohon sebagai keseimbangan di lingkungan.

Presiden Tunas Hijau, Mochammad Zamroni mengatakan, bahwa  Surabaya Eco Shool merupakan kegiatan pengelolan lingkungan dengan mengajak masyarakat melalui sekolah-sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan, pengelolaan lingkungan yang dilakukan di sekolah merembet ke masyarakat.  “Ada sepuluh poin kegiatan, diantaranya memilah sampah, mengumpulkan jelantah di rumah,” paparnya.

Ia menjelaskan, selain sekolah, Surabaya Eco Shool juga diikuti 1.207 keluarga. Para peserta tersebut menampilkan program kepedulian lingkungan yang dilakukan di dalam lingkungan keluarga melalui media sosial berupa instagram.

“Tahun ini sudah ada 84 sekolah SD dan SMP yang zero waste. Ini artinya, di sekolah tersebut tidak ada sampah non organik kemasan makanan minuman sekali pakai di lingkungannya,” katanya.

Sebagai diketahui, Surabaya Eco Shool 2019 merupakan program kegiatan peduli lingkungan, hasil kerjasama antara Tunas Hijau dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Di tahun 2019, kegiatan ini diselenggarakan mulai bulan Oktober sampai dengan Desember. Capaian program ini, sebanyak 1.115 lubang biopori yang telah dibuat di sejumlah sekolah, untuk mengantisipasi genangan, 15.220 kilogram sampah organisk yang berhasil diolah, 7.200 kilogram sampah kertas yang telah diolah menjadi barang yang bermanfaat, kemudian 12 ribu kilogramm jelantah yang telah diubah menjadi biodiesel. Selain itu, sedikitnya 9.306 tanaman hias dan 1.509 pohon yang ditanam di sekolah.

Wali Kota Surabaya, Tri  Rismaharini menilai, pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, saat ini di beberapa daerah terjadi banjir. Ia bersyukur, Kota Surabaya tak mengalami hal itu padahal, posisinya hanya terpaut 5 meter di atas permukaan laut.

“Tapi kenapa kita tak mengalami seperti daerah lain itu, karena kita mengelola sampah dengan baik. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga lingkungan,” ujar Wali Kota Risma ini.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru yang telah memberikan bimbingan kepada para siswanya agar peduli terhadap lingkungan.

“Sesungguhnya pahlawan itu adalah mereka yang bisa menjaga bumi ini dengan baik. Untuk itu, atas nama Pemkot Surabaya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” tandas Risma di hadapan para guru, siswa dan orang tua siswa.

Tidak mudah, menurut Risma, dalam mengelola lingkungan. Namun, menurutnya bersama Tunas Hijau, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka kontribusinya tak hanya bisa dirasakan untuk Kota Surabaya saja, melainkan juga dunia. (ton)