Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Suasana Pantai Ria Bomo, terasa istimewa.
Yakni, digelar festival udang di atas Batu yang merupakan kolaborasi Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuwangi bersama Komunitas Scrime Club’ Indonesia/SCI Banyuwangi dan Cool Storage Udang. Karena Banyuwangi dikenal sebagai lumbung udang. Dimana ada 1.300 hektar lahan tambak udang berpotensi ekspor. “Dengan adanya kolaborasi ini harapannya ada edukasi tambak ke masyarakat. Termasuk kuliner udang,” kata Kadis Perikanan dan Pangan Banyuwangi, Ir Hary Cahyo Purnomo.

Festival udang di atas Batu ini sengaja digelar di wilayah Kecamatan Blimbingsari karena daerah ini terkenal dengan bandaranya. Disamping, kawasan ini ada potensi Pantai Bomo Ria kolaborasi dengan tambak. Nama Festival udang di atas Batu, ini sengaja dipilih (bukan dibalik Batu). Hal ini agar udangnya bisa terlihat dan yang terpenting menandakan bahwa SCI sudah terbuka kemitraan dengan rakyat.  “Semua ini agar masyarakat sejahtera. Dengan pemanfaatan pengelolaan potensi lokal,” tandasnya.

Untuk Bomo Ria wisata bahari konekting wisata tambak edukasi diharapkan ada lokasi kuliner udang. Menariknya, udang di atas batu yaitu di atas cobek batu.
Ke depan kegiatan festival ini bisa dikemas lebih menarik. Karena petambak juga peduli dengan Banyuwangi.  Rangkaian kegiatan dimulai dengan kerja bakti bersih- bersih pantai. Pelepasan tukik, penanaman cemara udang dan penebaran ikan.

“Kemarin ada penebaran benih nila merah. Mudah mudahan ini menjadi hal menarik,” lanjut Hary. Dimana jaring apung laut isinya ikan nila merah. Ini merupakan kolaborasi Pokdaktan yang ada di darat dengan petambak payau dan KUB nelayan dan Pokmasmas aplikasi di laut melalui keramba jaring apung nila merah.

Sementara itu, Ketua Scrime Club’ Indonesia Banyuwangi, Ir. Hardi Pitoyo, mengatakan, festival udang di atas batu ini untuk mengangkat potensi wisata Desa Bomo.
“Kegiatan ini sekaligus bisa merangsang konsumsi dalam negeri. Karena udang banyak peminat namun cara masak belum banyak orang tahu. Makanya dibuat festival kuliner,” ucapnya.

Kepala Desa Bomo terpilih Ir. Mohammad Sutikno, mengaku, senang dan bangga atas terselenggara kegiatan ini.  “Ini memacu semangat kami untuk terus menggelar kegiatan festival ke depan,” ucapnya. Dirinya berharap kegiatan festival ini bisa menggugah ekonomi kreatif masyarakat. Sehingga tak hanya pembangunan fisik, pembangunan ekonomi masyarakat juga harus meningkat agar menciptakan pemerintahan desa yang kuat. Adanya festival ini juga diharapkan bisa mendongkrak potensi pariwisata Banyuwangi.
(tin)