Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Inilah akibatnya bila tidak menjalankan amanah. Sebab pihak Pengadilan Tindak Pidana Korupsi/Tipikor Surabaya memvonis hukuman 16 bulan penjara serta denda Rp 50 juta terhadap Ali Hendro Santoso. Terdakwa Ali merupakan Bendahara Bidang Evaluasi dan Pelaporan Pertambangan di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim itu.

Dia dianggap bersalah sesuai Pasal 12 huruf e UU RI No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korups dengan melakukan pemerasan pengurusan izin galian C dengan meminta uang sebesar Rp 50 juta dari pihak yang sedang mengurus perizinan.

“Terbukti bersalah sesuai Pasal 12 huruf e UU RI No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Menjatuhkan hukuman penjara selama
hukuman 1 tahun dan 4 bulan penjara serta denda Rp 50 juta subsider 1 bulan sebagaimana dakwaan kedua,” kata I Wayan Sosiawan, ketua majelis hakim saat membacakan vonis di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jum’at (6/12).

Vonis yang dijatuhkan hakim Wayan Sosiawan ini berdasarkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Menurut Wayan, hal yang memberatkan karena terdakwa seorang Aparatur Sipil Negara.

“Sedangkan hal meringankan terdakwa sudah berkeluarga dan belum sempat menikmati hasil dari perbuatannya,” pungkas Wayan.

Vonis yang dijatuhkan oleh hakim tersebut hanya selisih 8 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Feri Rahman yang sebelumnya mengajukan tuntutan 2 tahun penjara.

Diketahui pungli tersebut dilakukan Ali Hendro Santoso saat dirinya menjabat sebagai Bendahara Bidang Evaluasi dan Pelaporan Bidang Pertambangan di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim. Pada 2 September 2018, Ali Hendro meminta uang 50 juta pada seorang pengusaha yang sedang mengurus izin proyek galian C dengan menggunakan sandi “Ada Pergantian Kepala Dinas”.

Padahal Ali Hendro tidak mempunyai wewenang untuk menerbitkan menerbitkan dokumen teknis izin pertambangan itu. Kasus pungli ini turut menyeret Kasi Evaluasi dan Pelaporan Pertambangan di Dinas ESDM Pemprov Jatim, Cholik Wicaksono.

Namun, kasus Cholik Wicaksono lebih dulu diproses. Ia telah dijatuhi 1 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Surabaya, pada Jum’at (24/5) lalu. (ton)