Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Antisipasi lonjakan kenaikan harga bahan pokok penting (Bapokting) di pasaran terus dilakukan. Dinas Perdagangan dalam sehari gencar melakukan operasi pasar di dua titik lokasi dalam satu kecamatan.

Kondisi pasar saat ini untuk komoditas telur misalnya, berdasarkan batas atas Harga Acuan Penjualan Konsumen (HPAK) besarannya, Rp 23.000 per kilogram. Namun, di pasaran, harganya sudah berkisar Rp 24.000 sampai Rp 25.000 per kilogram. Sementara Bawang Merah, HPAK mencapai Rp 32.000 per kilogram. Namun demikian, harga di pasaran masih lebih rendah, yakni Rp 28.000 sampai Rp 30.000 per kilogram.

“Meski rendah dari HPAK, tetapi karena trennya naik, maka perlu intervensi dengan melakukan operasi pasar,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Jum’at (6/12) siang.

Hingga saat ini, jenis bahan kebutuhan pokok penting yang digelontor dalam kegiatan operasi pasar, meliputi telur, bawang merah, daging ayam dan bahan pokok lainnya, seperti minyak curah, karena trennya meningkat.

Wiwiek mengatakan, dalam sekali kegiatan operasi pasar, jumlah komoditas yang digelontorkan, meliputi telur sebanyak 50 kilogram, gula 25 kilogram, minyak 60 pcs. Operasi pasar bahan kebutuhan pokok tersebut menyasar warga yang membutuhkan.

“Pak Camat pasti tahu wilayah mana yang perlu dilakukan operasi pasar, terutama di kampung-kampung,” terangnya.

Dalam sehari, Dinas Perdagangan melakukan operasi pasar di dua titik lokasi dalam satu kecamatan. Kegiatan operasi pasar rencananya diselenggarakan di 31 kecamatan. Pasokan bahan kebutuhan pokok dalam operasi pasar akan ditambah mendekati Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

“Variannya, kita melihat tren. Namun, untuk stok kebutuhan pangan sejauh ini masih aman,” pungkasnya. (ton)