Sidoarjo, (bisnissurabaya.com)
Suasana kerja di gedung dewan Sidoarjo tidak kondusif. Ibarat tubuh, wakil rakyat sedang meriang panas dingin.

Bambang Riyoko, Wakil Ketua DPRD Sudoarjo megatakan suasana kemelut di tubuh dewan akibat manuver Fraksi PKB.
Fraksi ini menganggap Rapat Banmus pada Senin lalu dinyatakan tidak sah. Tidak sah karena ketidakhadiran Ketua DPRD.

Bambang yang juga berasal dari FPDIP ini secara terang-terangan mengungkapkan kekecewaannya, Kamis (5/12) .

Manuver itu dilakukan dengan tidak mengakui hasil rapat Banmus, Senin, yang sebenarnya sudah menyusun Renja Kunker anggota dewan. Perjalanan dinas 4 komisi tidak bisa dijalankan, karena ketua dewan tidak mau menandatangani SPT (Surat Perintah Tugas).

Bambang menjelaskan , soal kewenangan Wakil Ketua dewan memimpin rapat Banmus itu bisa dibenarkan menurut aturan. Beberapa anggota sudah melakukan konsultasi ke Pemprov Jatim, dan Gubernur menyatakan bahwa rapat yang dilakukan Wakil Ketua, Emir Firdaus (PAN) dan Kayan (Gerindra) dinyatakan sah.

Tetapi PKB tetap menganggap rapat dan produk Renja yang dihasilkan dianggap tidak sah. “Makanya saya anggap PKB sedang bermanuver,” tambahnya.

Masalah Perbup tentang perjalanan dinas, sekalipun bertentangan dengan PP, ia yakin bupati tidak merevisi dalam waktu dekat. Revisinya bisa tahunan.

Sementara itu Usman Ketua DPRD menjelaskan dirinya tidak mengakui itusebagai rapat karena acaranya dilakukan tanpa undangan. “Kalau rapat Banmus tanpa undangan itu namanya kumpul-kumpul,” kata Usman.

“Coba bayangkan, apa jadinya acara kumpul-kumpul itu dianggap sebagai rapat,” tambahnya.
Ia tidak akan mengakui itu sebagai rapat dan tidak bertanggungjawab terhadap hasil rapat.
PKB memang sangat kecewa terhadap anggota fraksi lain.

Sebelum paripurna penetapan APBD pekan lalu, pihaknya mengundang anggota untuk rapat Banmus. Namun dari 25 anggota yang hadir hanya 6, itupun darib anggota PKB. Tidak satupun fraksi lain hadir. PKB ganti ‘memboikot” rapat Banmus Senin lalu dengan tidak menghadiri Banmus.
“Saat rapat Banmus, saya ada di ruang kerja. Tapi saya tidak mau masuk ke ruang rapat,wong itu hanya kumpul-kumpul. Bukan rapat,” paparnya
tidak akan bersedia menggelar Banmus, sampai adanya ketersediaan anggota dewan menyepakati jadwal paripurna tentang persetujuan KPBU terlebih dahulu. (rino)