Tuban, (bisnissurabaya.com)
Seorang kakek di Kabupaten Tuban, Jawa Timur/Jatim hidup sebatang kara. Yang menyedihkan, di usia yang mulai menua ini orang tua ini hanya ditemani kambingnya. Kakek sebatang kara ini, belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, meski kondisinya makin tua dan sakit-sakitan. Karena hidup bersama ternaknya di gubuk reyot peninggalan orang tuanya dulu.

Dialah Mbah Roto, 52 tahun, warga Kelurahan Gedung Ombo Kecamatan Semanding Tuban ini hidup sebatang kara dalam gubuk reyot. Kakek yang menderita sakit pada kedua kakinya itu, hanya berteman dengan hewan ternaknya sebagai harta satu-satunya. Mbah Roto, yang belum pernah menikah ini, sebelumnya hidup bersama orang tuanya, yang lima belas tahun lalu meninggal dunia.

Sehingga, Mbah Roto, hidup di gubuk reyot, berdindingkan anyaman bambu yang mulai rapuh. Sehingga kondisi itu membuat si-mbah mengalami sakit linu pada kedua kakinya. Meski lokasi rumah Mbah Roto, hanya berjarak kurang dari seratus meter dari Jalan Raya Pantura, namun kakek renta itu belum pernah menerima bantuan apapun, layaknya warga tidak mampu lainnya.

Kondisi Mbah Roto, yang sakit membuat dia tidak lagi bisa berkerja. Sedangkan untuk makan sehari-hari, hanya menunggu belas kasihan warga dan saudaranya yang tinggal tidak jauh dari gubuk Mbah Roto. Selain itu, kambing hewan peliaraannya yang berada dalam satu rumah itu, tentu membuat aroma tak sedap di rumahnya.
Selain saudaranya yang biasa memberi makan, tidak ada lagi warga yang datang ke gubuk Mbah Roto. Kini si-mbah yang sakit-sakitan hanya dapat duduk di depan rumahnya, sembari bercengkrama bersama kambingnya, seolah berbagi cerita kehidupannya sehari-hari. Melihat kondisi Mbah Roto seperti itu, Ketua Rukun Tetangga/RT, Ngatris, telah mengusulkan bantuan seperti bedah rumah.

Namun, hingga kini belum ada respon. Meski demikian, Ketua RT 04, Ngatris, akan terus memperjuangkan, agar Mbah Roto segera mendapatkan bantuan. Kondisi Mbah Roto ini, tentunya membutuhkan uluran tangan dari pemerintah daerah setempat. (mulyanto/stv)