Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru/Nataru harga kebutuhan bahan pokok penting (Bapokting) di pasaran mulai merangkak naik. Untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok, perlu melakukan operasi pasar di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, mengatakan, operasi pasar digelar sejak 28 November lalu. Hingga saat ini, sudah delapan lokasi yang dikunjungi. Diantaranya, Dukuh Pakis, Tandes, Wonokromo, Gubeng, Benowo dan Rungkut.

“Kami langsung menuju ke lingkungan masyarakat. Biasanya, menggunakan Balai RW, kemudian Kantor Kecamatan dan lainnya,” kata Wiwiek, di Surabaya Jumat (6/12).

Ia mengungkapkan, pihaknya melakukan operasi pasar di sejumlah lokasi, sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga yang berlebihan. Disamping itu, pihaknya juga terus melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.

“Ada tujuh pasar yang kita monitoring harga Bapoktingnya. Seperti Pasar Wonokromo, Pucang, Tambakrejo, Kembang, Pabean dan Genteng,” imbuh mantan Kepala Dinas Pariwisata Surabaya ini.

Wiwiek, menambahkan, dalam melakukan kegiatan monitoring, pihaknya membandingkan daftar harga pada periode yang sama mendekati Nataru. Saat turun ke lapangan, diketahui harga Bapokting mulai menggeliat.

Harga bahan pokok, misalkan telur, daging ayam dan bawang merah adalah komoditas yang sedikit mengalami kenaikan, tapi tak signifikan. (ton)