Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Indra Iriansyah, terpidana kasus korupsi pemberian persetujuan perpanjangan sertifikat hak guna bangunan (HGB), ditangkap tim intelejen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Jatim, Rabu (4/12). Mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya 2 itu ditangkap sekira pukul 00.01 WIB di depan rumahnya yang berada di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten. Saat ditangkap, Indra, sedang turun dari mobil Toyota Camry warna hitam yang hendak masuk ke dalam rumahnya.

“Waktu itu dia sendirian,” kata Kasipenkum Kejati Jatim, Richard Marpaung, ketika dihubungi bisnissurabaya.com.

Dalam kasus ini, terpidana kelahiran Jakarta 1957 itu terbukti melakukan tindak pidana korupsi memberikan persetujuan perpanjangan sertifikat hak guna bangunan (HGB) PT Ketabangkali Elektronics (PT KE) di atas tanah hak pengelolaan PT SIER. Dimana seharusnya dalam pengajuan SHGB ini, PT KE harus terlebih dulu minta perjanjian pengelolaan tanah industri (PPTI) dari PT SIER selaku pemegang hak pengelolaan lahan.

Namun, pada kenyataannya PT KE langsung mengajukan ke BPN tanpa menyertakan PPTI. Atas terbuktinya perbuatan ini, terpidana dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI. Nomor : 4 PK / PID.SUS/ 2014 tanggal 19 Maret 2014.

Saat ini, Indra, sedang menunggu proses pemindahan menuju Surabaya untuk menjalani proses hukumannya. Karena terjadinya kasus ini berada di wilayah hukum Jawa Timur/Jatim.

Menurut Kapenkum, Kejaksaan Agung, Dr Mukri SH, MH, kasus ini merupakan pelaku kejahatan ke – 157 yang terkategori sebagai tersangka, terdakwa, dan terpidana hingga saat ini 4 Desember 2019 yang berhasil diamankan.

“Sejak program tabur 32.1 diluncurkan Kejaksaan tahun 2018, sudah mencapai 364 orang yang berhasil diamankan Kejaksaan RI dari berbagai wilayah,” tandas Mukri. (ton)