Surabaya (bisnissurabaya.com)
Target 20 juta wisatawan datang ke Indonesia 2019 yang dicanangkan menjadi motivasi tersendiri bagi perusahaan plat merah ini. Karena itu, Pelindo III untuk turut serta mewujudkannya. Sebagai operator pelabuhan yang menjadi salah satu pintu gerbang masuknya wisatawan manca negara ke Indonesia melalui wisata kapal cruise, Pelindo III telah menyiapkan sejumlah infrastuktur penunjang yang terdapat pada sejumlah pelabuhan dibawahnya.

Mulai perbaikan area gedung pelabuhan, pengerukan alur dan kolam hingga menambah panjang dermaga sesuai standart agar kapal cruise bisa bersandar. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja hari ke dua Pelindo III bersama sejumlah Kementerian dan Kepala Daerah, Selasa (3/12). Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengungkapkan, dirinya beserta jajaran Pelindo III berkomitmen penuh mendukung terwujudnya target pemerintah dalam mendatangkan 20 juta wisatawan di tahun 2019, Pelindo III sendiri saat ini telah memiliki enam pelabuhan yang bisa dilalui dan digunakan bersandar oleh kapal cruise, diantaranya adalah pelabuhan Tanjung Mas, Tanjung Perak, Benoa, Celukan Bawang, Lembar dan Gili Mas. Dengan hadirnya pelabuhan berstandart kapal cruise ini diharapkan bisa mendongkrak potensi wisata wilayah di sekitar pelabuhan tersebut. Hingga akhir november 2019 tercatat 124 unit kapal cruise bersandar di pelabuhan Pelindo III, sementara di tahun 2020 Pelindo III sudah menerima 79 booking kunjungan dari sejumlah perusahaan kapal cruise yang akan membawa wisatawan asing.

“Kami terus menambah kapasitas dermaga dan fasilitas pendukung lainnya sehingga kapal cruise bisa sandar di dermaga. Kalau enggak bisa sandar, pasti jumlah turis yang akan turun dan terbatas karena harus ditransfer lagi ke kapal kecil karena kapal cruise hanya dapat berlabuh, tapi kalau bisa bersandar orang-orang akan turun dari kapal pesiar langsung ke pelabuhan kita dan ini baik untuk perkembangan ekonomi wisata”. Ungkap Doso Agung.

Sementara Direktur Kepelabuhanan Dirjen Hubla Kementerian Perhubungan Subagiyo, mengapresiasi kesiapan Pelindo III sebagai salah satu operator pelabuhan di Indonesia yang telah sigap menyiapkan infrastruktur pelabuhan yang memadai guna menyambut kedatangan wisatawan asing melalui jalur laut dengan menggunakan kapal cruise. Mengingat sektor perhubungan laut menjadi tanggung jawab bersama antara Kementerian Perhubungan dengan Pelindo III.
“Sektor pariwisata saat ini terus dipacu oleh pemerintah agar bisa memperoleh pendapatan negara melebihi sektor migas sehingga ini menjadi salah satu sektor unggulan destinasi wisata premium yang ditetapkan Presiden Joko Widodo. Ini adalah tugas kita bersama terutama kita yang berada di sektor transportasi untuk mendukung rencana tersebut,” imbuh Subagiyo.

Tidak hanya membahas sektor pariwisata, dalam raker Pelindo III hari ke dua ini juga membahas tentang dukungan potensi eksport ikan Indonesia ke luar negeri, bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kemenko Maritim. Dalam hal ini M. Zulfikar Mochtar dari Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong Pelindo III sebagai operator pelabuhan untuk membangun sistem logistik perikanan di pelabuhan khususnya dibawah Pelindo III.

”Presiden menginginkan Indonesia sebagai poros maritim dunia termasuk dengan segala potensinya diantaranya adalah potensi lokasi indonesia sebagai jalur perdaganan laut dan kekayaan ikan di dalamnya, jumlah ikan tuna kita terbesar dunia sehingga potensi ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk di manfaatkan sebagai salah satu pendapatan kita,” pungkas M. Zulficar Mochtar.

Tema sinergi nasional menuju Indonesia maju sendiri dipilih dalam rapat kerja Pelindo III sebagai untuk mendukung program pemerintah mewujudkan Indonesia Maju. Diharapkan sinergi dengan pemerintah daerah dan kementerian mampu membantu Pelindo III meraih target sekaligus membangun ekosistem ekonomi baru. (bw)