Gresik, (bisnissurabaya.com)- Berkembangnya pekerjaan dibidang konstruksi menunut Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bisa mengimbangi. Di Kota Pudak banyak proyek pekerjaan  kontruksi yang memerlukan penanganan yang mumpuni.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jendral Bina Jasa Konstruksi balai jasa konstruksi mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Manajemen Konstruksi (SMKK).

Kali ini Bimtek  menyasar 240 peserta dari berbagai perusahaan jasa konstruksi dan perwakilan Dinas OPD yang menerima pekerjaan jasa konstruksi. Bintek ini dibagi dalam 4 kelas yang dilakukan selama 3 hari,  di Hotel Pesona Gresik.

Pembukaan Bimtek dilakukan Senin (2/12). Dan kegiatan akan berlangsung sampai Rabu, 4 Desember 2019. Pembukaan Bimtek ini diadakan di aula Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gresik di Jalan Dokter Wahidin Sudirohusodo Gresik. Pada acara pembukaan tersebut juga dilakukan kegiatan Inseminasi jasa konstruksi yang diikuti oleh para Pengusaha jasa konstruksi di Kota Pudak.

Direktur Jenderal Penyelenggara Jasa Konstruksi, Putut Marhayudi Hadir langsung pada kegiatan tersebut didampingi Asisten II Ida Lailatussa’diyah yang juga bertindak sebagai Ketua Asosiasi Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Gresik dan Kepala Dinas PUTR Kabupaten Gresik, Gunawan Setijadi.

Putut Marhayudi menjelaskan tentang Pelaksanaan Pemilihan Penyedia Jasa Konstruksi berdasarkan Permen PUPR Nomer 7 tahun 2019. “Permen PUPR No.07/PRT/M/2019 Tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi sudah harus dilaksanakan pada setiap pekerjaan konstruksi. Untuk itu saya kesini  menampung keluhan dari semua pelaku jasa konstruksi di Gresik,” kata Putut.

Selain itu, Putut yang menandatangani dan bertanggung jawab langsung sertifikat SMKK ini juga menjelaskan tentang Kebijakan Keamanan, Keselamatan, Kesehatan dan Keberlanjutan Konstruksi. “Di Indonesia ini masih banyak kekurangan tenaga petugas SMKK maupun Ahli SMKK. Tercatat masih 12.600 tenaga SMKK di Indonesia. Padahal ada 8 ribu proyek pemerintah yang dibiayai APBN. Belum lagi proyek yang dibiayai APBD maupun swasta,” katanya tentang minimnya tenaga SMKK.

Sebelumnya Putut juga memberikan materi kepada 240 peserta Bimbingan Teknis (Bintek) Sistem Manajemen Konstruksi (SMKK) Bidang PUPR di Hotel Pesona Gresik. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Gresik Gunawan Setijadi sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan Bimtek ini. Bimtek SMKK dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para tenaga kerja konstruksi di proyek berbasis masyarakat agar mutu hasil pelaksanaan pekerjaan tetap terjamin.  Dan sertifikat kompetensi yang nantinya mereka miliki dapat memberikan nilai tambah bagi masyatakat pekerja konstruksi.

“Bimtek ini dilaksanakan selama 3 hari, dua hari dilaksanakan di ruangan bersama para instruktur. Sedangkan pada hari terakhir akan dilaksanakan praktek lapangan. Kami sudah menyiapkan tempat praktek yaitu di Proyek pembangunan SMA Muhammadiyah  Gresik dan Pembangunan Markas Polres Gresik, keduanya ada di Jalan Dokter Wahidin Sudirohusodo Gresik,” papar Gunawan. (sam)