Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Era digitalisasi tak bisa ditunda lagi. Karena itu, internet menjadi kebutuhan pokok. Demikian juga, dunia pendidikan khususnya madrasah aliyah/MA melakukan lompatan. Karena itu, sedikitnya ratusan sekolah MA negeri dan MA swasta di Jawa Timur/Jatim menerima donasi kuota 20 Giga/bulan dari operator si-biru.
Group Head East Region XL Axiata, Bambang Parikesit, menyatakan, internet cepat telah menjadi kebutuhan dasar di setiap lembaga pendidikan di Indonesia, termasuk di MA yang pengelolaanya dibawah Kementerian Agama dengan kurikulum yang lebih menekankan pada pendidikan berbasis agama Islam.

‘’Kami mengapresiasi Kemenag yang memiliki visi sangat maju dalam membawa madrasah memasuki era serba digital melalui program madrasah 4.0. Karena ini pula kami antusias mendukung program tersebut melalui Gerakan Donasi Kuota yang semakin mempermudah madrasah mendapatkan akses kelayanan data berkecepatan tinggi,’’ kata Bambang, disela Gerakan Donasi Kuota Kemenag dan XL untuk Madrasah 4.0 di Sidoarjo Selasa (3/12) pagi.
Ia menambahkan, secara bertahap XL akan menyalurkan donasi kuota data kepada 579 MA yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia hingga akhir 2019. Pemilihan madrasah penerima donasi dilakukan Kemenag dengan disesuaikan pada jangkauan jaringan layanan data milik XL Axiata. Karena itu, perluasan penyaluran donasi GDK akan selalu disesuaikan dengan perluasan jaringan data 3G dan 4G yang terus dilaksanakan XL Axiata yang semakin menjangkau area-area pelosok daerah, termasuk area yang berkategori terpencil dan terluar.

Di wilayah Jatim, kata dia, jaringan 4G XL masuk merata di seluruh kota/kabupaten. Sehingga sangat membantu madrasah yang ingin menerapkan digitalisasi. Sementara itu, Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jatim, Drs. Amin Mahfud,M.Pd.I mengatakan, sejalan dengan visi Kementerian Agama untuk mewujudkan Madrasah Goes to Digital, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh melalui beragam program yang dikemas untuk menumbuhkan semangat digitalisasi di tengah para pelajar.
Termasuk di dalamnya penyaluran perangkat internet berkecepatan tinggi kepada MA. Kami berharap ke depannya, program ini bisa menjangkau seluruh MA yang tersebar di Jatim. Menurut dia, hingga saat ini sudah ada sekitar 650 Madrasah Negeri dan Swasta yang menerapkan digitalisasi. Pihaknya mentargetkan jumlah tersebut akan terus bertambah mencapai 1.300 Madrasah Negeri dan Swasta yang akan menerapkan digitalisasi hingga akhir tahun 2019 nanti.

Dari cakupan daerah atau lokasi madrasah yang sudah melaksanakan program madrasah 4.0, sampai saat ini sudah menjangkau madrasah yang berada di 27 kota/kabupaten. Sebagian besar diantaranya mendapatkan dukungan akses data yang XL melalui Gerakan Donasi Kuota. Setelah di Jatim, selanjutnya pendistribusian Gerakan Donasi Kuota ini akan berlangsung di ratusan MA lainnya yang tersebar dibeberapa provinsi. Yaitu, 222 MA di Nusa Tenggara Barat/NTB, 24 MA di Banten, 11 MA di Lampung, 5 MA di Riau, dan 8 MA di Sumatera Utara. Sebelumnya sudah dibagikan ke 42 MA di Jawa Tengah/Jateng dan 70 MA di Jawa Barat/Jabar. Proses pendistribusian ini akan berlangsung hingga akhir 2019. (bw)