Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Kreativitas seni dan musik bagi anak muda berbakat terus digelar. Bahkan, memasuki gelarannya ke- 5, Pucuk Cool Jam 2020 kembali melebarkan wilayah pencarian bakat. Yakni, penambahan kota Palembang.  Ditunjuknya kota yang dikenal dengan “Pempek’ ini sebagai perwakilan dari Pulau Sumatera diharapkan dapat semakin mengakomodir talenta yang ada. Sehingga Pucuk Cool Jam 2020 bisa menjadi wadah yang nyata bagi talenta muda Indonesia dalam berkarya, dan bersama-sama menciptakan perjalanan kreatif yang lebih menantang.

“Sejalan dengan tema kali ini yaitu “Make The Journey Louder”, diperluasnya wilayah pencarian anak muda berbakat setelah tahun lalu adalah kota Surabaya, Yogyakarta, kemudian Samarinda sebagai perwakilan Kalimantan dan Makassar sebagai perwakilan kawasan Indonesia Timur serta di Pucuk Cool Jam 2020 dipilih kota Palembang, semakin menunjukkan bahwa pencarian potensi talenta kreatif muda hampir menjangkau ke seluruh pelosok tanah air,” kata Brand Manager Teh Pucuk Harum, Yustina Amelia, di Surabaya Sabtu (30/11).

Hal ini, kata dia, merupakan komitmen kami untuk terus mendukung dan mewujudkan generasi muda Indonesia yang kreatif, dinamis, berani dan berprestasi melalui gelaran Pucuk Cool Jam 2020.

Berbeda dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, di Pucuk Cool Jam 2020 “Make The Journey Louder” setiap tahapan melibatkan para juri yang berkompeten baik dari musisi maupun dari institusi yang memiliki kredibilitas di bidang seni untuk mendapatkan pemenang Pucuk Cool Jam 2020 yang berkualitas. Dalam proses digital audition, dua jurnalis musik senior yakni Fajar Andi dan Ryan Kampua diterjunkan untuk menyeleksi lebih dari 400 peserta band sekolah yang kemudian dikerucutkan menjadi 20 peserta band di setiap wilayah dari tujuh kota tersebut.

“Setelah mendengarkan semua materi yang dikirimkan, saya cukup bangga dengan kreativitas anak muda yang mengikuti ajang Pucuk Cool Jam 2020, karena kendati masih tergolong pemula, mereka berani dan mampu mengeksplor kemampuan bermusiknya. Tidak hanya sebatas ‘layak dan enak didengar’ dalam meng-cover lagu-lagu serta ada pula yang piawai dalam memainkan aransemen musik sehingga terdengar lebih fresh, sejumlah grup band anak sekolah ini pun sudah memainkan lagu sendiri yang levelnya bisa disandingkan dengan kualitas band rekaman,” terang Fajar Andi.

Senada dengan koleganya, Ryan Kampua merasa takjub karena semua peserta terutama di daerah di luar Jabotadebek sudah memainkan musik yang sangat beragam dan tidak terpaku pada musik-musik yang sedang trend saja. “Tidak hanya musik yang sedang digemari seperti pop dan rock, lebih dari empat ratusan peserta ini ada juga yang memainkan genre ska hingga heavy metal dan bahkan terdapat beberapa grup yang berani menghadirkan lagu daerah yang diaransemen secara kekinian. Ini bisa menjadi bukti bahwa mereka tidak kalah kemampuannya dengan anak muda di Ibukota yang dimudahkan dengan segala fasilitasnya, dan kami pun dari tim juri digital audition tampaknya bekerja lebih ekstra untuk menentukan siapa yang bisa lolos ke babak berikutnya,” ujar Ryan Kampua.

Peserta yang berhasil lolos seleksi digital audition dari 7 (tujuh) wilayah yaitu Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, Makassar dan Palembang siap memasuki tahap selanjutnya yaitu live performance audition Road to Pucuk Cool Jam 2020 yang akan dihelat pada 16, 23, 24 dan 30 November 2019.  Mereka yang terpilih dari tiap kota selama Road to Pucuk Cool Jam 2020 tersebut nantinya akan berkesempatan tampil di tahap final Pucuk Cool Jam 2020 “Make The Journey Louder” pada 1 Februari 2020 mendatang di Yogyakarta.

“Pada tahapan seleksi Road to Pucuk Cool Jam 2020 wilayah Surabaya ini, sebagai juri di kategori band, saya akan menilai kreativitas dan juga skill bakat-bakat muda di sekolah dalam konsep live performance. Setelah secara materi mereka bisa lolos, kini tiba saatnya akan dinilai lagi bagaimana mereka tampil secara live, penguasaan panggung, permainan instrumen musik hingga kemampuan mengaransemen lagu. Sehingga nantinya para finalis yang akan memperebutkan juara memang benar-benar yang terbaik dan diharapkan menjadi band masa depan dan berjaya di belantika musik,” jelas Ricky Carlos S P.

Program Pucuk Cool Jam 2020 kembali bukan hanya mengapresiasi anak muda dengan bakat musik tapi juga ekstrakurikuler juga yang cukup diminati yaitu menari atau dance. Seperti halnya band-band yang akan diseleksi, para peserta dari estrakurikuler yang berpartisipasi pun akan diseleksi oleh juri yang berkompeten dibidangnya. (bw)