Surabaya, (bisnissurabaya.com)Menuju jalan kebaikan melalui perpustakaan keliling. Nama pemuda itu Yunaz Ali Akbar Karaman, biasa disapa Yunaz. Dia seorang mahasiswa jurusan sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga yang beberapa bulan lagi diwisuda. Namun, bukan itu yang membuat laki-laki asal Kota Malang ini dikenal di jagad maya.

Dia telah melakukan perbuatan kecil, tetapi bermakna dan berdampak besar. Setiap hari selepas kuliah, dengan sepedanya yang sudah dipasang rak kayu berisi setumpuk buku bacaan keliling taman- taman di Surabaya.
‘’Selain di kampus, saya juga keliling di pusat keramaian. Seperti Car Free Day/CFD Raya Darmo, Tugu Pahlawan dan tempat lain,” kata Yunaz Ali Akbar Karaman, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Ide awal menggelorakan budaya literasi melalui perpustakaan keliling Prasojo, bermula dari kedatangan Dwi Sunarti, ibunya yang berprofesi sebagai guru SMP ke kosnya dan membelikan sebuah sepeda. Yunaz, kemudian menggabungkan hobby nggowes dengan aktifitas perpustakan keliling yang dirintisnya.

“Saya sedih sekali, ternyata niat baca masyarakat cukup tinggi. Tetapi hanya membaca media sosial saja. Untuk budaya baca buku masih rendah sekali. Budaya bacanya menempati urutan ke-60 dari 61 perangkat dunia,” jelas laki-laki aktivis BEM ini
Awalnya koleksi buku perpustakaan Prasojo terbatas hanya buku-buku kuliah miliknya dan tabloid ringan sumbangan dari teman-teman mahasiswa dan beberapa dosennya. Yang membanggakan, kakaknya, Yuliar Riski, juga membantu memberi uang untuk membeli buku guna melengkapi koleksi perpustakaannya.

Banyak suka dan duka dalam menjalani aktivitas perpustakaan keliling Prasojo ini. Sukanya karena dia sangat menikmati kegiatan nggowes plus ini. Sedangkan dukanya adalah faktor teknis, seperti ban meletus, rantai putus, hingga hujan turun tiba- tiba. Hal yang paling diingat oleh lelaki berkacamata ini adalah saat harus menunggu seseorang yang sedang membaca bukunya hingga dini hari.

Karena asyiknya membaca tidak terasa waktu berjalan dari pukul 22.30 sampai pukul 03.00 WIB. Yunaz, mau menyampaikan bahwa waktu mau habis, tetapi tidak sampai hati untuk menyampaikannya karena orang tersebut masih asyik membaca.

“Kadang saya tertawa dalam hati saat ada anak yang iseng mempermainkan bel sepeda,” tambah laki –laki yang bercita-cita menjadi jurnalis ini. Cita-cita terbesar Yunaz, adalah membawa perpustakaan Prasojo keliling Jawa. Selama ini, dia baru bisa sampai Gresik dan Mojokerto saja.
Karena itu sesudah wisuda dia ingin melanjutkan kembali cita-cita yang sempat tertunda karena pengerjaan skripsi yang memerlukan waktu beberapa bulan. (nanang)