Sidoarjo, (bisnissurabaya.com)Seleksi Hafidz Quran kategori 30 juz berlangsung Sabtu (30/11) ini. Acara keagamaan itu diselenggarakan Yayasan Baitun Ar Rahman Ar Rahim di Panti Asuhan Yayasan, kawasan Desa Karangtanjung Candi Sidoarjo diikuti lebih kurang 80 orang.

Seleksi ini yang dilaksanakan setiap tahun di yayasan ini, tak lepas dari peran pemiliknya yakni pasangan H Rahmat Muhajirin SH dan Hj Mimik Idayana. Suami istri ini berkomitmen membangun generasi Akhlakul Karimah dengan memfasilitasi para hafidz quran agar semakin semangat dan menjadikan Alquran sebagai tuntunan hidup umat muslim.

“Jika 2018 lalu kita menyeleksi 15 peserta terbaik untuk diberangkatkan umroh, maka tahun ini kami menambah kuota menjadi 20 hafidz yang berangkat dari sekitar 80 orang peserta,” kata Hj Mimik Idayana, di sela sela pelaksanaan seleksi.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang jumlah pesertanya lebih dari 200 orang dari seluruh Indonesia, tahun ini peserta diseleksi dari tingkat rumah quran masing-masing khususnya dari sekitar Sidoarjo, dan lebih prioritas lagi bagi para penghafal dari kaum dhuafa dan yatim piatu.

Ustad Abdul Malik Al Hadad, Kordinator Penyelenggara kegiatan, menyatakan, jika sistem seleksi tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya. Dari hasil evaluasi, Ustad Malik mencoba melakukan seleksi dengan skala prioritas wilayah Jawa Timur/Jatim dan memberi kesempatan pada kaum dhuafa dan anak yatim piatu mengikuti seleksi ini.
“Awalnya kami sempat pesimis apakah ada kriteria tersebut diatas. Namun kami menemukan banyak peserta dalam kriteria itu. Karena terus terang saja kami berusaha mempertemukan antara pemilik yayasan yang dititipi amanah materi untuk disalurkan, dengan para penerima amanahnya,” tutur Ustad Malik.

Terkait fasilitas berangkat Umrah yang disediakan pemilik yayasan melalui Biro Perjalanan Haji dan Umroh Diva Travel, Hj Ninik Lailatul M pemilik travel menyatakan siap mengawal amanah yayasan ke tanah suci Mekkah. Meski proses dokumentasi menjadi tantangan berat namun pihaknya tidak menemui kesulitan berarti.

“Memang untuk yang usia dibawah 17 tahun, dan yatim piatu pasti terkendala karena harus mencari wakil keluarga untuk pengurusan paspor. Namun kami dibantu pemerintah bisa mengupayakan paspor keluar untuk anak-anak sampai sekitar 2 minggu” demikian jelasnya. Dari pengalaman tahun-tahun lalu, peserta yg lolos seleksi dan berangkat Umrah tidak merepotkan pihak travel sebagai pengasuh dan lembimbing selama 9 hari pelaksanaan ibadah. Bahkan peserta adalah anak-anak yang mandiri serta patuh pada bimbingan pengasuh.
Tahun ini seluruh peserta seleksi mendapat sertifikat penghargaan sebagai peserta seleksi dan diharapkan jika belum lolos menjadi peserta terbaik, peserta lebih semangat mengikuti pada tahun berikutnya. (rin)