Gresik, (bisnissurabaya.com)
Mall Pelayanan Publik (MPP) Gresik mulai diserbu warga untuk mengurus surat atau dokumen yang dibutuhkan. Setelah beberapa hari lalu dibuka, dalam satu gedung itu warga bisa mengurus berbagai macam keperluan.
Dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, punya komitmen mengoptimalkan tempat pelayanan umum itu. Tak segan-segan ia terus memantau mall yang memberi pelayanan umum itu. Dia menjamin pengurusan izin bisa rampung dalam satu hari.

Plt Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Satriyo Utomo yang mendatangi kantor MPP Senin (25/11), mendapati Bupati Sambari, tengah mengecek beberapa unit pelayanan masyarakat yang tengah menunggu antrian.
Mula-mula Sambari, mendatangi unit Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP). Di kursi antrian tampak beberapa orang tengah menunggu. Sementara salah satu orang sedang berhadapan dengan petugas.
Dia adalah Ainun Mudjib (59) warga Ujungpangkah yang saat itu tengah mengurus perizinan membuka usaha studio foto. Bupati bertanya, apakah dia diminta membayar? Ainun Mudjib, menyatakan tidak membayar sepeserpun.
Selanjutnya Bupati bertanya kepada antrian yang lain yaitu Arif Junaidi (52) yang akan mengurus surat izin usaha angkutan.

 

“Sampean mengurus apa? apakah usaha sampean sendiri? Ada surat kuasanya?” demikian serentetan pertanyaan yang disampaikan bupati. Lalu, Arif Junaidi, menyatakan bahwa dia adalah karyawan dari perusahaan yang tengah diurus perizinannya, sambil menunjukkan surat kuasanya.
Di unit pelayanan Dispendukcapil, Bupati Sambari, juga bertanya kepada dua orang perempuan paruh baya. “Mengurus apa bu? Apa sudah selesai ?” tanya Sambari.

“Ngurus akte kelahiran cucu saya pak, ini sudah selesai kok pak. Hanya beberapa menit sudah selesai,” kata Bu Doni (57) asal Jalan RA Kartini Gresik.
Jawaban puas juga disampaikan Dwi Sambesigita (35) pengusaha yang memproduksi kopi bubuk dan teh yang sedang mengurus Surat Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Dia menyatakan, sudah selesai hanya dalam hitungan menit.
Melihat keadaan yang demikian Bupati menyatakan puas. Menurut dia, sampai sejauh ini setelah sekitar seminggu MPP ini di soft launching belum ada kendala yang patut dicatat.
“Kami tidak main-main, kalau ada ASN stafnya yang melanggar diluar ketentuan, maka saya akan menjatuhkan sanksi. Makanya saya berkomitmen pelayanan perizinan sehari selesai. Apabila seluruh persyaratan dicukupi. Dokumen perijinan bisa ditunggu,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PMPTSP, Mulyanto, mengatakan ada 14 instansi dengan 19 counter front office. Ada DPMPTSP, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kementrian Agama, Kantor Pertanahan, Polres, BPPKAD, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, PUTR, Dinas Tenaga Kerja, Bank Jatim, BPJS, Dinas LH.
“Kedepan masih ada lagi dinas atau instansi yang akan memberikan layanan di mall ini. Diperkirakan nantinya ada sekitar 17 sampai 20 instansi yang akan membuka gerai,” papar Mulyanto. Ternyata tak semua masyarakat menggunakan kesempatan ini. Setelah seminggu pelayanan disini masih ada gerai pelayanan yang hanya melayani satu atau dua orang. Kantor Disnaker misalnya, kalau masyarakat tahu ada layanan, pasti masyarakat akan mengurus kartu Pencari kerja/kartu kuning Disnaker (AK1) disini.
Masih menurut Mulyanto, jumlah pengunjung MPP selama seminggu terakhir sekityar 100 orang. Dari jumlah itu sebanyak 70 persen pengunjung yang mengurus perizinan di DPMPTSP. (sam)