Lembar, (bisnissurabaya.com) – Keberadaan Pelabuhan Gilimas diapresiasi operator kapal pesiar internasional. Sebab, giliran kapal AIDAvita dengan Length Overall (LOA) 182 meter, bobot mati 42,289 GT yang bersandar dengan membawa 1.238 orang penumpang untuk berwisata di Pulau Lombok, NTB. Sebagaimana diketahui awal November 2019 lalu kapal pesiar Sun Princess dengan Length Overall (LOA) 261 meter menjadi kapal pesiar pertama yang sandar di Dermaga Pelabuhan Gilimas, dan rencananya akan kembali mengunjungi Lombok melalui Pelabuhan Gilimas pada awal Desember 2019.

Direktur Utama/Dirut Pelindo III, Doso Agung, menyampaikan Pelindo III berupaya untuk mendukung program pemerintah membangun 10 destinasi wisata baru atau disebut Bali baru untuk menggaet 20 juta wisatawan. “Kami selaku operator pelabuhan mendukung program tersebut dengan cara membangun infrastruktur dan fasilitas untuk bersandarnya kapal pesiar, dengan fasilitas standar internasional maka akan menarik kapal pesiar untuk mengunjungi lokasi wisata lewat pelabuhan. Salah satunya Pelabuhan Gilimas ini,’’ ujar Doso.

Beberapa operator kapal pesiar sebelumnya belum pernah mampir ke Lombok. Dengan adanya Pelabuhan Gilimas yang memungkinkan kapal pesiar sandar dengan aman dan nyaman mereka tertarik mengunjungi Pulau Lombok selain destinasi di Pulau Lombok sebagai alternatif selain Bali. Di Lombok, para wisatawan akan mengunjungi beberapa obyek wisata.

Diantaranya ke Taman Narmada, pusat kerajinan Cukli Sayang- Sayang, Lingsar, Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Museum, Desa pengrajin tenun Sukarara, Desa Sade, kerajinangerabah Banyumulek, dan Mandalika. Sementara itu, setiap tahun jumlah kunjungan kapal pesiar terus meningkat. Pada 2017 terealisasi 131 unit dengan 89,224 wisatawan dan 2018 sebanyak 139 unit dengan membawa 126,119 wisatawan. Hingga akhir November 2019 tercatat 124 unit dan 83.000-an wisatawan.

Progress pembangunan terminal penumpang Gili Mas per 2 November 2019 mencapai 58 persen, ditargetkan akan selesai pada Februari 2020. Sehingga dengan selesainya terminal penumpang, semua pelayanan untuk penumpang kapal pesiar bisa lebih lengkap terlayani dan UMKM juga disiapkan didalam terminal.

Sementara, hingga gedung terminal selesai, untuk pelayanan kapal pesiar Pelindo III memnyiapkan tenda ber AC untuk tempat transit turis penumpang kapal pesiar tersebut dan sekaligus sebagai tempat mereka berbelanja aneka kerajinan lokal disebelah tenda. “Kami menyuguhkan aksi penari tradisional gendang bele’q untuk menyambut turis begitu mereka tiba di dermaga, dan juga mengajak sejumlah UKM untuk membuka semacam artshop, untuk memudahkan turis yang mencari oleh-oleh khas lokal. Selain itu fasilitas standar seperti pengamanan area, toilet, bak sampah, penerangan, dan jaringan wifi juga tersedia demi kenyamanan mereka,” ujar VP Corcom Pelindo III, Wilis Aji.

Kapten Kapal AIDAvita Carsten Watge saat ditemui mengapresiasi selesainya pembangunan demaga Pelabuhan Gilimas, dimana sebelumnya AIDAvita telah beberapa kali mengunjungi pulau lombok namun kapal tidak bisa bersandar hanya berlabuh, dan sekarang bisa bersandar dengan aman, serta menambahkan bahwa proses bersandar juga berlangsung dengan lancar dan aman sehingga memudahkan patra penumpang kapal turun dari kapal. (bw)