Sidoarjo, (bisnissurabaya.com)
Disela deklarasi stop penggunaan sampah di pabrik tahu Desa Tropodo Krian, pengambilan sample kwalitas udara terus dilakukan. Bahkan, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit/BBTKLPP Surabaya dibawah Kemenkes memasang dua alat untuk mengukur kwalitas udara di tengah sawah di Dusun Areng-areng Desa Tropodo Krian Sidoarjo Selasa (26/11) siang.

Petugas BBTKLPP Surabaya sedang mengukur kwalitas udara di Pabrik Tahu Tropodo Krian Sidoarjo. (Foto/bw)

‘’Dua alat ini sengaja dipasang di tengah sawah ini untuk mengukur kwalitas udara di kawasan yang terdapat banyak pabrik tahu yang memproduksi dengan sampah plastic. Dua alat ini dipasang selama satu jam, dan satu alat terlihat yang tadinya putih menjadi butek berwarna abu-abu,’’ kata Oryza, petugas lab udara dari BBTKLPP Surabaya kepada bisnissurabaya.com.

Menurut dia, asap pabrik tahu yang berwarna hitam terlihat membumbung ke udara sangat mencemari lingkungan sekitarnya. Meski demikian, pihaknya tidak berani menyimpulkan dan harus menunggu selama delapan hari untuk mengetahui hasil pengambilan sample udara ini. ‘’Meski kita lihat sendiri dengan kasat mata telah terjadi pencemaran udara yang tidak sehat, tetapi saya harus menunggu hasil laboratorium yang dilakukan BBTKLPP Surabaya,’’ kilahnya.
Tim BBTKLPP yang diterjunkan untuk mengukur kwalitas udara ini mengambil sample di beberapa tempat. Selain udara, BBTKLPP Surabaya juga mengambil sample air yang digunakan untuk membuang limbah pabrik tahu, serta lainnya. (bw)