Surabaya,(bisnissurabaya.com)Nasib apes dialami I Yin Stanley. Sebab, lelaki ini diperkarakan PT Agung Karya Sejahtera lantaran memasang pagar di rumahnya. Warga Perumahan The Menganti Blok 1 No 6 itu digugat developer ke Pengadilan Negeri (PN) Gresik dan digugat ganti rugi Rp 975 juta dan Imateriil Rp 3 miliar.

Ia dinilai melakukan perbuatan melawan hukum, sebab memasang pagar di rumahnya di Perumahan The Menganti Blok 1 No 6 itu.

“Saya beli rumah ini pada Agustus 2018, dan saya sudah bilang ke pengembang hendak bangun pagar seperti yang ada dalam penawaran dibrosur,” kata I Yin Stanley, Selasa (26/11).

Menurut I Yin, pembangunan pagar tersebut dilakukan lantaran tidak adanya jaminan keamanan yang pasti dari pengembang.
“Bayangkan saja, di belakang rumah kami ini ada makam desa, tidak ada pagar pembatas penerangan jalan dan CCTV yang dijanjikan juga tidak dipasang. Tenaga keamanan juga terbatas, sehingga semua orang bisa keluar masuk seenaknya,” ujarnya.

Sehingga, I Yin memutuskan membangun pagar untuk menjaga keamanan rumahnya.
Sedangkan, bagi Adi Cipta Nugraha, selaku kuasa hukum I Yen Stanley, gugatan tersebut dinilai tidak memenuhi rasa keadilan. Sebab pembangunan pagar tersebut telah disepakati oleh penggugat dan kliennya.

“Sudah ada kesepakatan sejak awal pembelian, ternyata dalam pelaksanaannya muncul somasi hingga gugatan dan klien kami dianggap merugikan Rp 3,9 miliar lebih. Ini sangat amat tidak memenuhi rasa keadilan,” jelas Adi Cipta Nugraha.

Selain sudah mendapat persetujuan, ternyata pembangunan pagar tersebut juga telah diatur pada Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bagi Adi, gugatan yang dilayangkan developer ini telah membuat rasa tidak nyaman bagi kehidupan kliennya. Ia menilai, pembangunan pagar tersebut dilakukan untuk menjaga kemanan rumahnya dari tindak kejahatan.

Terpisah, Belly Vidya Satyawan Daniel selaku kuasa hukum PT Agung Karya Sejahtera mengatakan, gugatan tersebut muncul akibat adanya perjanjian yang tidak dijalankan oleh pihak tergugat.

“Gugatan ini telah sesuai SOP, semua yang merenovasi baik membangun pagar atau tembok harus izin dulu ke developer,” ujarnya.

Dalam pembangunan pagar ini, I Yin Stanley digugat untuk membayar kerugian materiil sebesar Rp 975 juta dan immaterial sebesar Rp 3 milliar. Gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

PT Agung Karya Sejakhtera menilai perbuatan I Yin Stanley tidak sesuai dengan surat pemesanan rumah The Menganti Nomor 170/AKSM/08/18, khususnya Pasal 7.4 dan pasal 7.5. (ton)