Surabaya, (bisnissurbaya.com)
Erik Kurniawan dan Jessie Adhistia, dua terdakwa kasus penipuan ini harus berurusan dengan hukum. Pasalnya, pasangan suami-istri ini melakukan modus bayar hutang menggunakan cek kosong yang merugikan Anna Susianti Tjandra, mencapai Rp 2,5 miliar. Hal ini terungkap saat keduanya menjalani sidang perdananya, pada Senin (18/11) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Erik dan Jessie, hanya duduk tertunduk, ketika dakwaannya dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bunari. Dengan menggunakan baju kemeja putih, celana panjang hitam, serta rompi tahanan, Erik dan Jessie, hanya bisa terdiam mendengarkan dakwaan. Sidang majelis hakim PN Surabaya yang dipimpin Dwi Purnomo, Jaksa Bunari, membacakan kronologi perkara itu terjadi.

Kasus itu terjadi pada, 5 Juli 2017 lalu di rumah Anna Susianti Tjandra, Jalan Mulyosari Tengah No 14 RT 05 RW 06 Kelurahan Kalisari Kecamatan. Mulyorejo, Surabaya. “Terdakwa Jessie Adhistia, sambil menangis minta bantuan kepada Anna Susianti Tjandra, karena sering dipukuli oleh suaminya (terdakwa Erik Kurniawan) akibat terlilit hutang pada Steven, Anjas, Yusuf, Hari dan kawan-kawan,” kata Jaksa Bunari membacakan surat dakwaan.

Selanjutnya terdakwa, Erik Kurniawan dan Jessie Adhistia, menunjukkan bukti hutang-hutang mereka kepada Anna Susianti Tjandra. Untuk memikat Anna Susianti Tjandra, terdakwa Erik Kurniawan dan terdakwa Jessie Adhistia, menyerahkan cek dan menjanjikan keuntungan. “Kemudian menyuruh saksi Nanik Andayani, untuk menstrafer menggunakan internet Banking BCA,” sambung Bunari.

Selanjutnya, sebagai pembayaran pada korban Anna Susianti Tjandra, terdakwa Erik Kurniawan dan Jessie Adhistia, diberikan cek tidak langsung dicairkannya. Namun, setelah Anna Susianti Tjandra mencairkan cek dari Erik Kurniawan dan terdakwa Jessie Adhistia ternyata ditolak.

Akibat perbuatannya, terdakwa Erik Kurniawan dan terdakwa Jessie Adhistia diancam Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP tentang Penipuan yang dilakukan secara berkelanjutan. (ton)