Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Solar sempat langka di Jawa Timur/Jatim. Tetapi, Pertamina memastikan ketersediaan solar subsidi baik di terminal BBM maupun di SPBU mencukupi untuk kebutuhan konsumen di provinsi ini. Untuk menjaga kehandalan distribusi di masyarakat, Pertamina telah menambah 20 persen suplai solar untuk memastikan pemerataan penyaluran dan melakukan percepatan distribusi untuk pelayanan ke masyarakat yang lebih optimal. Pertamina juga memastikan bahwa stok BBM, yang tersimpan pada fasilitas Pertamina dalam kondisi aman.

“Penambahan ini dengan prioritas di jalur khusus yang padat. Seperti penyaluran BioSolar dari Terminal BBM Tuban Sabtu (16/11) sebanyak 1.384 kilo liter, atau ada penambahan 23,5 persen dari normal,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V, Rustam Aji. Sementara, penyaluran BioSolar di Gresik bahkan ditambah 30 persen, dari 460 kilo liter per hari menjadi 600 kilo liter.

Pertamina juga menurunkan Tim Satuan Tugas (Satgas) yang melakukan monitor langsung kondisi di lapangan. Sehingga, apabila ada hal yang perlu segera, seperti prioritas pengiriman atau penambahan pasokan bisa langsung ditindaklanjuti. Berdasarkan hasil pantauan Tim, sejak Sabtu (16/11) sore antrian di berbagai SPBU, termasuk di jalur Pantura sudah mulai terurai.

Namun demikian, Pertamina berharap penyaluran BBM Bersubsidi dapat tepat sasaran. Sebab yang terjadi di lapangan hingga kini BBM Bersubsidi masih banyak dikonsumsi masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu.

Padahal, menurut Rustam, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, BBM tertentu termasuk Solar bersubsidi hanya diperuntukkan bagi industri rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum, termasuk juga kendaraan pribadi dengan kapasitas mesin atau cc yang kecil.

“Bagi masyarakat golongan mampu, agar menggunakan BBM non subsidi sehingga BBM subsidi dapat lebih dinikmati oleh penggunanya sesuai ketentuan. Selain jenis BBM tersebut lebih baik untuk kehandalan dan keawetan mesin kendaraan, BBM tersebut juga tergolong lebih ramah lingkungan,” tandas Rustam.

Sementara, untuk kelompok industri, Pertamina juga memiliki lembaga penyalur BBM industri. Konsumen BBM industri Pertamina antara lain adalah PT. PLN (Persero), TNI/POLRI, Industri Pertambangan, Industri Besi Baja, Industri Kertas, Industri Makanan, Industri Semen, Industri Pupuk, Kontraktor Kontrak Kerja Sama, dan industri lainnya.

“Kelebihan utama BBM Pertamina adalah adanyajaminan ketersediaan dan supply BBM. Selain itu, mutu produk BBM dan kualitas serta kuantitas layanan yang terjamin serta memenuhi standard Internasional,” pungkas Rustam. Ia mengingatkan, jika masyarakat memiliki keluhan mengenai ketersediaan BBM dan LPG dapat menghubungi Pertamina melalui Call Center 135. (ton)