Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Sempat mengalami kelangkaan solar, kini, keberadaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu normal.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji mengakui, sejak Kamis, (14/11) Pertamina telah menerjunkan tim Satgas untuk memprioritaskan pelayanan pada masyarakat.

“Dari Kamis (14/11) sore, Satgas Pertamina terus monitor kondisi di lapangan,” kata Rustam. Satgas diterjunkan, guna memprioritaskan pengiriman atau penambahan pasokan, bisa langsung ditindaklanjuti.

“Masih kita suplai dan ditambah sesuai kebutuhan mas untuk Solar di setiap Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum/SPBU,” imbuh Rustam.

Ketika, disinggung adanya SPBU melakukan pembatasan maksimal pembelian BBM solar senilai Rp 200.000, pihaknya mengklaim hal itu bagian dari teknis di lapangan. Agar pelayanan bisa lebih cepat, dan mengurai terjadinya antrian panjang.

“Tapi suplai terus dikirim. Laporan tim Satgas kami pada Minggu (17/11) siang situasi di SPBU sudah kondusif,” pungkas Rustam.

Seperti diketahui, Pertamina mengklaim kondisi kelangkaan BBM bersubdi solar saat ini ditengarai sebagai akibat tingginya permintaan, terutama dari konsumen industri jelang akhir tahun dimana akan ada kegiatan besar seperti Natal dan Tahun Baru 2020 mendatang.

Sementara, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191/2014,  BBM tertentu termasuk solar bersubsidi hanya diperuntukkan bagi industri rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum, termasuk juga kendaraan pribadi dengan kapasitas mesin atau CC yang kecil. (ton)