Mojokerto, (bisnissurabaya.com)Upaya pelestarian yang berbau budaya terus didukung pemerintah kabupaten ini. Khususnya pelestarian budaya yang berakar pada Mojopahit.

Seperti yang dilakukan kecamatan ini. Kecamatan Trowulan menggelar dua event menarik bertema Majapahit, Sabtu (16/11). Yaitu Pagelaran Seni Defile Mandala Bhayangkara Peringatan HUT Majapahit ke-726 di Desa Watesumpak. Dilanjutkan Sendra Tari dan Penutupan Chaitra Majapahit Trowulan Fair di Hall Candi Brahu, yang sudah digelar sejak 11 November lalu.

Dua acara tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto akan terus memberi support penuh terhadap upaya pelestarian budaya Majapahit. Dan upaya ini memerlukan partisipasi semua elemen masyarakat.

“Pelestrian budaya tidak bisa dilakukan parsial. Semua harus ikut kerja dan mendukung. Kita pakai spirit Majapahit untuk membangun Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk tetap guyub rukun,” papar Wabup.

Pungkasiadi juga meminta semua masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam promosi wisata, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial. Di sektor pendidikan, Wabup meminta agar para guru pendidik, bisa mengenalkan budaya Majapahit sedini mungkin pada murid.

“Promo wisata butuh sinergi dari semua. Saya juga minta pada masyarakat, untuk ikut serta memviralkan budaya Majapahit melalui media sosial. Anak didik kita juga harus dikenalkan dengan akar kebudayaan Majapahit sejak dini. Saya harap para pendidik dapat memfasilitasi,” kata Wabup

Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku Chaitra Majapahit oleh penulis Diah Mahmawati kepada Dirjen Kemendikbud Ade Tanesiah. Dilanjutkan pemberian souvenir kalung Majapahit, kepada Wabup Pungkasiadi, dan diakhiri penampilan sendra tari Maha Saddra Banawa Sekar. (sam)