Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Beberapa hari belakangan  eksistensi  solar di Jawa Timur/Jatim dan khususnya Surabaya mengalami kelangkaan. Kekosongan salah satu bahan bakar bersubsidi itu, sulit ditemui di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum/SPBU membuat masyarakat pengguna solar itu mengeluh.

Bahkan, angkutan bus dan truk anggota Organda Surabaya mengancam akan berhenti beroperasi. Sedikitnya ada 4.500 angkutan barang dan merasakan dampak dari kelangkaan solar ini.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji, mengatakan, kondisi saat ini ditengarai sebagai akibat tingginya permintaan, terutama dari konsumen industri jelang akhir tahun dimana akan ada kegiatan besar. Seperti Natal dan Tahun Baru 2020 mendatang.

“Pertamina memastikan  tetap melayani permintaan konsumen untuk menyalurkan BBM Bersubsidi jenis Solar,” kata Rustam Aji ketika dihubungi Sabtu (16/11).

Menurut Rustam, untuk menjaga kehandalan distribusi ke masyarakat, Pertamina menambah  sekitar 20 persen suplay solar untuk memastikan pemerataan penyaluran dan melakukan percepatan distribusi untuk pelayanan ke masyarakat yang lebih optimal.

Meski demikian, lanjut Rustam, Pertamina berharap penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Sebab, yang terjadi di lapangan hingga kini BBM bersubsidi masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu.

Padahal, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191/2014, BBM tertentu termasuk Solar bersubsidi hanya diperuntukkan bagi industri rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum, termasuk juga kendaraan pribadi dengan kapasitas mesin atau CC yang kecil.

Berdasarkan regulasi, saat ini solar merupakan produk penugasan, sehingga penyalurannya harus sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah. “Tingginya konsumsi BBM di Jatim, membuat penyaluran BBM sudah melebihi kuota total  2019,” jelas Rustam.

Namun, Rustam menjamin, Pertamina tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan tetap mengacu pada ketentuan pemerintah. “Semoga satu-dua hari ini akan kembali normal,” tambah Rustam.(ton)