Sidoarjo, (bisnissurabaya.com)- Bisnis pergudangan mulai marak. Tak berlebihan bila e-commerce business Lazada memiliki 12 warehouse di Indonesia yang memiliki teknologi canggih, dengan kapasitas besar. Dua diantaranya, ada di Surabaya dan Sidoarjo.

Penegasan itu, dikemukakan SVP Traffic Operations Lazada Indonesia, Haikal Bekti Anggoro, didampingi,  Vice President Business Transformation, LEL Express, Lazada Indonesia, Michael Willy Roosevelt, dan Head of Surabaya Warehouse Guntur Wasiso, disela Warehouse Visit Lazada di Sidoarjo Kamis (14/11). Ia menyatakan, Surabaya merupakan salah satu pasar yang penting bagi Lazada dengan potensi bisnis e-commerce yang besar sebagai pusat kegiatan ekonomi untuk wilayah Indonesia Timur.

Proses pengepakan di warehouse Lazada Sidoarjo. (Foto/bw)

Kondisi ini, kata dia, diperkuat dengan pertumbuhan pesat UKM di Surabaya dari tahun ke tahun yang dapat merambah ke industri jual beli online. Agar dapat memenuhi kebutuhan baik itu konsumen dan seller di Surabaya, Lazada memacu infrastruktur logistik melalui kesiapan kapasitas dan teknologi sistem warehouse.

Ia menyatakan, warehouse Lazada Sidoarjo memiliki luas 9.000 meter ini sanggup mengelola pesanan hingga 70,000 unit setiap hari. Adapun jenis pesanan, menurut dia, beragam kategori yang meliputi produk kesehatan kecantikan, kebutuhan ibu & anak, fashion dll. Surabaya warehouse mendukung pengiriman ke kota-kota di bagian Timur Indonesia. Tetapi juga bisa mendukung kota lainnya jika ketersediaan stok di kota-kota di Jawa Timur/Jatim, Jawa Tengah/Jateng, Bali, Sulawesi dan Papua tidak mencukupi.

Sementara, Head of Surabaya Warehouse Guntur Wasiso, menambahkan, warehouse ini mulai beroperasi sejak 2015 dengan dilengkapi fasilitas dan teknologi terdepan. Warehouse Sidoarjo pada hari biasa memiliki kapasitas penyimpanan hingga 1 juta/hari dan kapasitas pengepakan hingga 5.000 item/hari, dan kapasitas inbound hingga 5.000 item/hari,’’ kata Guntur, kepada bisnissurabaya.com.

Selain area penyimpanan biasa, menurut dia, terdapat juga area penyimpanan cold area dan forced zone. Warehouse di Sidoarjo pada keadaan normal beroperasi dengan menerapkan peraturan kerja 2 shift, dan menyerap sebanyak 80 tenaga kerja. Pada bagian lain, Guntur, yang merupakan orang pertama Lazada di Surabaya ini, menyatakan, Fulfillment by Lazada (FBL) merupakan solusi untuk permasalahan logistik seller (dari masalah penyimpanan, pengemasan, pengaturan barang, tenaga kerja sampai kendala retur (pengembalian barang dari konsumen).

FBL, kata dia, menawarkan penyediaan mobil pick up barang dari tempat seller, penyewaan gudang penyimpanan untuk barang seller, penyediaan packing barang untuk seller, pelaksanaan pengiriman barang ke pelanggan lewat rekan logistic serta pelayanan retur barang dari pelanggan ke gudang Lazada. Ia menjelaskan, dari kapasitas penyimpanan 1 juta/hari saat ini baru terisi 300.000 item.

Dari jumlah itu, produk retail 70 persen dan UMKM 30 persen. Karena itu, pihaknya memungkinkan banyak pengusaha lokal kecil dan menengah di Surabaya dan juga kota-kota di sekitarnya, seperti Malang, Mojokerto dan Gresik, dan lainnya untuk lebih dapat menjangkau lebih banyak konsumen di seluruh Indonesia. (bw)