Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Anomali (ketidakpastian) cuaca yang terjadi di Surabaya, menyebabkan Surabaya terasa panas menyengat. Suhu udara mencapai 35 derajat celcius ini berpotensi terjadinya kebakaran.

Saat ini, hampir tiap hari terjadi 5 kasus kebakaran di Surabaya. Baik melanda perkampungan, jalan besar, maupun perkantoran.

Berkaitan dengan hal tersebut, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Surabaya yang merupakan relawan kebencanaaan yang terlatih dibawah Kementerian Sosial, melakukan kegiatan pencegahan kebakaran berupa pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (Apar) yang melibatkan siswa SMKN 5 Surabaya.

“Kami ingin supaya siswa di sini bisa menggunakan apar secara benar,” kata Koordinator Tagana Surabaya, Sigit Ari Ekianto kepada bisnissurabaya.com, belum lama ini.

Di pelatihan sehari tersebut, peserta dikenalkan pada jenis produk apar yang terdiri dari apar busa, kimia, karbondioksida, dll. Selain itu, mereka juga diajarkan cara penggunaan dan perawatan apar.

“Ini penting, supaya peserta bisa mengetahui dan memahami karakter masing- masing apar. Seperti menghindari penggunaan air pada bencana kebakaran yang diakibatkan listrik.

“Peserta banyak yang belum tahu bahwa setiap apar memiliki karakter yang berbeda,” jelas laki-laki yang berprofesi sebagai guru ini.

Selain Apar, peserta juga diajari penggunaan alat pemadam api tradisional (Apat). Seperti pasir, air, dan karung goni. Apat saat ini masih banyak digunakan di berbagai kampung di Surabaya.

“Kalau apar berbasis air lebih banyak digunakan oleh PMK, karena selain berat, penggunaannya harus oleh orang yang terlatih,” tambah arek Simo ini.

Dalam kegiatan pelatihan tersebut, Tagana Surabaya mengerahkan 10 orang sebagai instruktur. Antara lain, Nanang Sutrisno, Ashadi, Zubaidulloh, Sunhaji, Ali Usman, Wahyu Nurjana, Rudy, Iwan, dan Yogi. (nanang)