Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Sempat memanas terjadi aksi dorong. Akhirnya, eksekusi Graha Astranawa oleh juru sita Pengadilan Negeri/PN Surabaya berjalan lancar Rabu (13/11).

Sejumlah pengurus PKB Jatim langsung menerima kunci gedung itu. Diketahui, Graha Astranawa yang berada di Jalan Gayungsari Timur VIII-IX, Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungsari, Surabaya itu dieksekusi berdasarkan surat PN Surabaya Nomor W14.U1/15818/HK.02/11/2019 perihal pemberitahuan eksekusi pengosongan tertanggal 7 November 2019.

Bahkan, di lokasi pagar Graha Astranawa telah terpasang billboard bertuliskan Kantor DPW PKB Jawa Timur/Jatim serta bendera PKB, sebagai bentuk identitas kantor itu akan ditempati PKB.

Wakil Ketua DPW PKB Jatim Anik Maslachah, mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Sebab eksekusi Rabu (13/11) pagi itu berjalan lancar sehingga PKB Jatim bisa segera menempati kantor tersebut. Meski, eksekusi berlangsung dalam pengamanan ratusan personel gabungan dari Polri, TNI dan Satpol-PP.

“Ya, akhirnya kami bisa menempati kantor DPW PKB Jatim, terima kasih pada semua pihak yang telah ikut dalam eksekusi ini,” kata Anik.

Anik mengapresiasi pihak tergugat Choirul Anam atau Cak Anam yang telah bersedia menyerahkan Gedung Astranawa tersebut kepada juru sita PN Surabaya.

“Tentu ini luar biasa dengan legowo Cak Anam atas pengertiannya. Kami pastikan bahwa kantor Astranawa ini menjadi Kantor DPW PKB Jatim, bukan milik perseorangan atau pribadi,” ujarnya.

Anik membenarkan, nantinya PKB Jatim berencana akan mengganti nama gedung itu, menjadi Graha Gus Dur.
“Kantor ini nantinya akan menjadi Graha Gus Dur,” tambah Anik.

Sementara, mantan Ketua PKB Jawa Timur, Choirul Anam membantah aset tersebut milik PKB Jawa Timur. “Saya mendapat hibah dari seseorang bernama Ramelan pada 1997. Sementara PKB lahir pada 1998. Bagaimana mungkin itu milik PKB? tanya Cak Anam.

Menurut dia, dasar surat persetujuan hibah oleh Soenarto Soemoprawiro selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Kas Pembangunan Kota Surabaya itu menjelaskan bahwa tanah yang dihibahkan itu di Kelurahan Menanggal, Kecamatan Rungkut, bukan di Kecamatan Gayungan.

“Saat ini kami sedang berupaya hukum menggugat ketetapan eksekusi atas Gedung Astranawa,” tandas Cak Anam.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya telah mengeksekusi Gedung Astranawa di jalan Gayungsari Timur VIII-IX Surabaya. Eksekusi ini merupakan buntut sengketa kepemilikan antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan mantan Ketua PKB Jatim, Choirul Anam.

Sengketa tersebut akhirnya dimenangkan oleh PKB mulai dari peradilan tingkat pertama (PN) Surabaya hingga kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Humas PN Surabaya, Sigit Sutriono, mengatakan, ekseksusi ini dilaksanakan berdasarkan amar putusan PN Surabaya No 86/Pdt.G/2016/PN.Sby tanggal 19 Juli 2016 jo putusan Pengadilan Tinggi Surabaya No 761/Pdt/2016/PT.Sby tanggal 30 November 2016 jo putusan Mahkamah Agung RI No 743 K/Pdt/2018 tanggal 23 April 2018 poin 3 dan poin 9.

“Dan perkaranya sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht,” jelas Sigit. Saat pelaksanaan eksekusi Gedung Astranawa, Sigit mengaku pihaknya melalui panitera telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengawal pengamanan jalannya pembacaan penetapan eksekusi dari Ketua PN Surabaya.

Eksekusi Gedung Astranawa itu menyusul putusan yang sudah inkracht, menyatakan PKB selaku pemohon dalam perkara perdata ini sebagai pemilik sah lahan seluas 3.819 meter persegi itu. (ton)