Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Kecil-kecil cabe rawit. Begitulah gambaran yang pas untuk sosok Dr Mukhrojin. Walau terbilang berperawakan kecil, namun, dosen agama di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya  ini terbilang hebat. Pada usia 30 tahun sudah selesai menempuh pendidikan strata 3, yaitu doktor tentang zakat.

Selain itu, pria kelahiran 2 November 1987 ini juga aktif dibidang dakwah serta mengelola Yayasan Pondok Pesantren Bismar Al Mustakim yang menyantuni 130 anak tak mampu. “Alhamdulilah, ada 30 anak yang tinggal di asrama,” kata Pengelola Yayasan Pondok Pesantren Bismar Al Mustakim,  Mukhrozin, kepada bisnissurabaya.com Minggu (10/11).

Di kediamannya, Nginden Baru Surabaya yang merupakan perumahan dosen Untag Surabaya, Mukhrozin, termasuk tokoh masyarakat yang  banyak memberikan sumbangan pemikiran bagi kemajuan kampungnya. Ketika Sartono, SH, MH dilantik sebagai Ketua RW 3 Semolowaru, dia bertanya kepada tentang harapan warga terhadap lingkungannya.

“Saya mengusulkan pengejawantahan surat Al Qurays, yang memiliki tiga aspek. Yaitu, religiusitas (ketaqwaan) ekonomi, dan aspek keamanan. Inilah yang ingin diwujudkan disini,” kata ayah dua anak ini. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, mulai mendesain kampungnya menjadi kampung literasi dan kampung Markisa.

Walau di RW 3 sebelumnya memang merupakan penghasil markisa dan nanas yang selama ini dikembangkan ibu-ibu UMKM Mekarsari pimpinan ibu Made yang sudah berkiprah sampai tingkat nasional. Namun, Markisa yang digagas Mukhrojin, mempunyai arti ‘Mari Kita berSatu’, yaitu mengembangkan pola bermasyarakat yang menjunjung tinggi kerukunan dan kebersamaan sebagaimana dimaksud dalam sila ke 3 Pancasila. Yaitu, Persatuan Indonesia.

“Dengan menjunjung tinggi Persatuan Indonesia, diharapkan dapat mempercepat kampung kami menjadi kampung percontohan,” tambah penerima penghargaan Pemuda Pelopor Kota Surabaya Tahun 2017 bidang Sosial ini. Disela-sela kegiatan peringatan Hari Pahlawan Minggu (10/11), warga RW 3 Semolowaru mengadakan peletakan batu pertama oleh Lurah Semolowaru, Dra Suwarti, di kampung tersebut dihadiri Ketua RT 06, Syafii, Ketua RW 03, Sartono, tokoh masyarakat, Sugomo, Babinsa Koramil Sukolilo, Babinkamtibmas Polsek Sukolilo. Diharapkan segera dapat terwujud apa yang menjadi keinginan Mukhrozin dan warga lain. (nanang)