Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Indonesia memasuki era revolusi industri 4.0, yang mengharuskan penggunaan teknologi canggih. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan Laboratorium Virtual Reality (VR) guna menunjang aktivitas penelitian dan pembelajaran pada puncak peringatan Dies Natalis ITS ke-59 di Graha Sepuluh Nopember ITS, Minggu (10/11).

Laboratorium VR diresmikan Menteri Riset dan Teknologi (Ristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro SE MUP PhD bersama Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng. Laboratorium ini dapat digunakan untuk aplikasi kesehatan, pembangkit energi, dan lainnya.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng yang kerap disapa Ashari tersebut mengungkapkan, diera disrupsi dan industri 4.0 saat ini, harus melakukan terobosan dibidang pendidikan yang salah satunya menambahkan unsur teknologi dalam pengajaran di kelas. Seperti menggunakan alat bantu VR.

Alat VR memberikan pengalaman audio visual yang belum pernah dirasakan sebelumnya. “Sehingga menjadi lebih interaktif dan imersif,” ungkap guru besar Teknik Elektro ITS ini. Pada kesempatan tersebut, terdapat empat VR yang di pamerkan dan beberapa diantaranya dijajal Ashari dan Bambang.

Pertama adalah ITS VR-MED, aplikasi VR pada bidang medis dan kesehatan yang dapat menampilkan anatomi tubuh manusia secara detail. Sehingga dapat digunakan untuk pengajaran, simulator pembiusan, perencanaan operasi, dan lain sebagainya.

Selanjutnya adalah Power Plant VR yang dapat membantu para insinyur muda dalam belajar memahami cara kerja turbin dan peralatan pembangkit energi listrik. Mereka juga dapat mengunjungi pembangkit listrik, melihat peralatannya, dan mempelajari cara kerjanya secara VR saja. Sehingga segala resikonya juga dapat diminimalisir.

Power Plan VR juga menyajikan cara penyampaian pengetahuan modern dan diharapkan siapapun dapat mempelajari banyak hal tentang pembangkit listrik secara audio visual dengan menggunakan teknologi gaming simulation tanpa perlu meninjau pembangkit listrik secara langsung.

Yang ketiga, juga terdapat VR Tour ITS Map, aplikasi berbasis VR yang menghadirkan tur digital kawasan kampus ITS. Sehingga selama tur digital, pengguna aplikasi dapat mengakses informasi mengenai berbagai bangunan di kawasan kampus ITS serta layanan-layanan yang ada di dalamnya secara imersif dan interaktif.

Terakhir, terdapat VR Eco Sky Cars yang merupakan aplikasi VR yang mengangkat pengetahuan aneka mobil ramah lingkungan yang dikembangkan oleh ITS. Salah satunya mobil listrik supercar Lowo Ireng yang menjadi kebanggaan karena fitur kecepatannya dan bentuk mobil yang kekinian. Dengan berbagai pilihannya, pengendara dapat mengenali kampus ITS hanya dengan duduk saja, tanpa harus mengelilinginya.

Sementara itu, menteri yang baru saja dilantik tersebut juga menyatakan jika Laboratorium VR ITS dapat menjadi salah satu kekuatan peneliti Indonesia. “Mereka bisa melakukan penelitian atau eksplorasi tanpa harus benar-benar datang langsung ke tempatnya,” tutur mantan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional ini.

Terkadang akses ke pabrik atau industri juga terbatas bagi mahasiswa. Sehingga dengan adanya Laboratorium VR tersebut mahasiswa hanya cukup berada di kelas. “Harapannya, Laboratorium (VR) ini dapat bermanfaat untuk mahasiswa dalam proses pembelajarannya,” pungkasnya. (bw)