Jakarta, (bisnissurabaya.com)- Sepanjang kuartal III/2019,  PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) berhasil menghimpun total volume transaksi sebesar 1,08 juta lot atau naik 27,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada posisi yang sama. Posisi teratas masih ditempati RFB dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 17,44 persen berdasarkan data Top Five Perusahaan Pialang Berjangka yang dirilis oleh PT Bursa Berjangka Jakarta.

Secara keseluruhan, volume transaksi bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif masih mendongkrak angka kinerja Perseroan dengan pencapaian sebesar 822.752 lot atau mengalami kenaikan 34,45 persen. Sementara itu untuk volume transaksi multilateral atau komoditi meski porsinya belum terlalu besar namun tetap tumbuh sebesar 10,47 persen menjadi 259.170 pada kuartal III tahun ini.

CEO RFB, Teddy Prasetya, mengatakan, kinerja sepanjang Januari hingga September tahun ini didorong oleh penguatan tren positif dari produk derivatif emas. Di tengah ketidakpastian kondisi global akibat perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, negosiasi brexit dan fluktuasi nilai tukar mata uang di beberapa negara membuat investor cenderung berinvestasi pada emas lantaran bersifat safe haven.

“Kami percaya investasi perdagangan berjangka menjadi pilihan yang tepat dan menarik saat ini. Peluang keuntungan bisa diperoleh dari dua arah pada saat naik maupun turun. Para investor hanya perlu memiliki bekal analisa yang jeli agar resiko bisa diminimalisir dan tetap profit dalam segala kondisi,” katanya.

Berbicara soal rapor biru yang memuaskan RFB, Teddy, mengatakan, posisi terdepan diraih berkat dukungan yang kuat dari berbagai pihak. Antara lain, para broker, karyawan, self regulatory organizations (SRO), regulator dan segenap nasabah.

Kualitas pelayanan dan transparansi adalah kunci strategi RFB. Karena itu, bukan hanya volume transaksi yang meningkat juga pertumbuhan nasabah baru terus bergerak. Total nasabah baru sampai 30 September 2019 mencapai 41,46 persen menjadi 2.774 nasabah dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Persebaran nasabah baru masih didominasi mulai wilayah Jakarta, kemudian Bandung, Palembang, Medan, Surabaya, Pekanbaru, Solo, Semarang dan Yogyakarta.

Hingga akhir 2019, kami optimistis target 1,5 juta lot akan tercapai. Seiring waktu, kami terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, edukasi, dan sosialisasi yang lebih luas. Ini sejalan dengan pendekatan customer centric yang kami jalankan. Yaitu, memfokuskan segala sesuatu pada kebutuhan nasabah,” terangnya. (bw)