Ende, (bisnissurabaya.com)- Pembangunan jaringan telekomunikasi dan data di daerah terpencil menjadi prioritas. Hal itu diwujudkan, melalui skema Universal Service Obligation/USO 2019 ini. Pembangunan jaringan yang berfokus di area terpencil ini sebagai dukungan perusahaan kepada pemerintah dalam pemerataan dan penyediaan layanan telekomunikasi di daerah yang selama ini belum terjangkau layanan telekomunikasi dan data.

Pembangunan jaringan USO ini mencakup 289 titik di berbagai provinsi yang sebagian besar masuk Kawasan Timur Indonesia (KTI), termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT). Guna menandai pembangunan jaringan USO di NTT dan KTI lainnya, managemen XL dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sepakat meresmikan BTS USO di Desa Aewora, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, NTT, akhir Oktober lalu.

Direktur Teknologi XL, Yessie D Yosetya, mengatakan pihaknya bangga karena diberikan kesempatan pemerintah untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi melalui program USO ini.  XL memiliki spirit yang sejalan dengan visi pemerintah dalam menyediakan jaringan telekomunikasi dan data/internet bagi masyarakat di daerah terpencil agar mereka dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain dan memajukan wilayahnya. Ini sekaligus mempercepat pembangunan nasional yang dilaksanakan pemerintah.

Yessie menambahkan, semua titik BTS USO yang dibangun XL Axiata tahun ini berada di 51 kabupaten, sebagian besar di antaranya ada di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia, termasuk Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua. Pembangunan jaringan USO di titik-titik tersebut telah mulai dilaksanakan sejak Oktober 2019 dan akan tuntas sebelum akhir tahun ini. XL Axiata merupakan operator telekomunikasi pertama yang on air jaringan USO di 2019. Dari seluruh 289 BTS USO yang dibangun merupakan BTS 4G.

Langkah XL membangun jaringan USO tidak akan berhenti di tahun ini. XL berharap akan bisa melanjutkannya pada 2020 di area yang semakin luas. Menurut Yessie, XL akan mengelola dan mengembangkan semua jaringan USO yang dibangun menjadi jaringan yang benar-benar mampu melayani masyarakat semaksimal mungkin agar memberikan nilai ekonomi dan bisnis.

“Area luar Jawa, memiliki potensi perluasan jaringan terutama karena penggunaan data internet yang sangat tinggi. Berdasarkan data APJII, pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan hingga 500 persen  dari 29 juta menjadi 171 juta, di mana 44 persen penggunanya berada di luar Jawa dan akan terus bertambah. Dengan potensi ini, tentunya kami sangat optimis untuk mengembangkan potensi bisnis terutama data di area luar Jawa, termasuk area-area jaringan USO,“ imbuh Yessie. (bw)