Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Babak penyisihan ajang internasional Medical Science and Application Competition (Medspin) diikuti 2700 siswa SMA dari 900 group dari seluruh Indonesia. Ajang uji kemampuan ilmu  dibidang eksakta ini menajdi menarik karena diikuti siswa kelas 10, 11 dan 12.

“Saya sengaja ikut medspin untuk menguji kemampuan ilmu eksakta. Meski saingannya sangat berat, tapi saya tetap ikut,” kata Bima, siswa kelas 10 IPA 5 SMA N 5 Surabaya yang menjadi salah satu peserta Medspin,  di Kampus Fakultas Kedokteran Unair Minggu (3/11) siang.

Bima, siswa SMA N 5 Surabaya yang ikut ajang Medspin di kampus FK Unair Minggu (3/11)

Meski baru kelas 10, kata dia, bukan berarti harus kalah dengan kakak kelas yang sekarang duduk dikelas 11 dan 12.

Menurut dia, keikutsertaan di ajang bergengsi Medspin yang digelar FK Unair ini sebagai tes case/persiapan untuk masuk di kedokteran Unair.

Alasannya, kata dia, setelah kelas 12 nanti akan tetap ikut kembali diajang Medspin ini guna mempersiapkan sedini mungkin untuk masuk kedokteran Unair. “Saya bercita-cita ingin jadi dokter,” ujar Bima, menyampaikan alasannya mengapa ikut Medspin.

Hal senada juga dikemukakan Evans dan Rere. Baik Evans, Rere dan satu teman lainnya yang juga dari SMA N 5 kelas 11 IPA 2 ini masuk dalam satu group dari 900 kelompok yang siap mengikuti babak penyisihan ajang Medspin ini.

“Jujur saja, saya ingin masuk di kedokteran Unair. Karena itu, saya harus mempersiapkan diri karena saingannya cukup banyak,” aku Rere, disela babak penyisihan Medspin.

Banyaknya peserta Medspin ini, karena pada ajang tahun ini pihak Rektor Unair, menyuguhkan hadiah khusus bagi group (1 group terdiri dari 3 orang-red) juara pertama langsung diterima di FK Unair bagi peserta yang kelas 12. Karena itu, peserta Medspin membludak.

Meski demikian, tidak semua peserta Medspin bercita-cita masuk di kedokteran Unair. Ada juga siswa peserta Medspin yang ikut hanya untuk coba-coba saja. Seperti yang dikemukakan Ami, siswa kelas 11 SMA N 15 Surabaya. “Saya ikut Medspin ini hanya untuk memperoleh sertifikat kepesertaan ajang Medspin,” kata Ami, yang bercita-cita masuk di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia/UI ini.

Demikian juga dengan Ajeng, teman satu group Ami yang juga dari SMA N 15. “Kalau saya ingin masuk di ITS dan bukan kedokteran Unair,” kilahnya. (bw)