Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Ini program rencana kerja/proker 2020. Karena itu, dihadapan 37 anggota DPRD Surabaya, Wali Kota Risma, menyampaikan proker pembangunan pada tahun depan.

Risma, memastikan Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya terus konsisten dalam semua program dan kegiatan. “Tujuannya agar rakyat merasakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah/APBD untuk kemakmuran rakyat,” kata Wali Kota Risma.

Ia menjelaskan, dalam Rancangan APBD 2020, bersumber dari pajak daerah sebesar Rp 4,313 triliun atau 77,24 persen, retribusi sebesar Rp 373 miliar atau 6,68 persen, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang disahkan Rp 167 miliar atau 3 persen dan lain-lain yang disahkan sebesar Rp 730 miliar atau 13,08 persen.

Menurut dia, penetapan target Pendapatan Asli Daerah/PAD tersebut, telah memperhitungkan potensi dan ketentuan yang berlaku. Sehingga realisasi PAD Surabaya sampai dengan 30 Oktober 2019 untuk pajak daerah sebesar Rp 3,3 triliun atau 82,35 persen.

Sedangkan, dari retribusi daerah sebesar Rp 3,2 miliar atau 75,82 persen, hasil pengelolaan daerah yang disahkan sebesar Rp 88 miliar atau 56,76 persen dan lain-lain PAD sebesar Rp 524 miliar atau 77,98 persen.

“Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah kota untuk mendapatkan target pendapatan tersebut melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, penerapan pajak online. Optimalisasi penagihan pajak daerah dan retribusi pajak daerah, optimalisasi kinerja BUMD dan optimalisasi pemanfaatan aset pemerintah kota,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma, menyampaikan blalokasi anggaran pada RAPBD 2020 tidak hanya pada pembangunan infrastrukur. Namun, juga untuk melaksanakan program yang berdampak langsung kepada masyarakat. “Seperti pemberian permakanan untuk lansia, anak yatim piatu dan disabilitas, pemberian bantuan iuran JKN KIS bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), beasiswa bagi masyarakat tidak mampu dan Bopda,” imbuhnya. (ton)