Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Banyaknya Taman Kota jadi jawaban tumbuh kembangnya anak. Hal itu membuat aktivitas fisik si-bocah dapat tersalurkan dengan baik.

Penegasan itu dikemukakan Pakar Tumbuh Kembang Anak RSUD Dr Soetomo Surabaya Dr dr Ahmad Suryawan, Sp.A (K) ketika berbicara ‘Pentingnya Aktivitas Fisik untuk Stimulus Daya Tahan Tubuh Anak’ bersama Stimuno di Surabaya Sabtu (2/11).

Ia menyatakan, membiasakan anak-anak untuk beraktivitas fisik  memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Hal ini karena, aktivitas fisik dapat meningkatkan kekebalan tubuh yang berfungsi menangkal beragam penyakit. World Health Organization merekomendasikan agar anak berusia 5-17 tahun beraktivitas fisik minimal 60 menit dalam sehari dan tiga kali dalam seminggu.

Ahmad Suryawan, yang pakar tumbuh kembang anak dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ini menyatakan, dalam ilmu kedokteran anak, daya tahan tubuh merupakan salah satu pilar terpenting untuk membentuk tumbuh kembang anak dan perkembangan otak yang optimal. Bila daya tahan tubuh anak mengalami gangguan maka akan mengancam proses tumbuh kembang dan perkembangan otaknya juga.

“Untuk mencapai daya tahan tubuh yang maksimal agar anak-anak bertumbuh sehat, salah satunya melalui aktivitas fisik dengan pola yang menyesuaikan umurnya,” ungkapnya. Tetapi secara umum, aktivitas fisik pada anak-anak usia 5-17 tahun, sebaiknya difokuskan pada tiga hal yakni aerobik, penguatan otot, dan penguatan tulang,” katanya.

Pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini menyontohkan, kegiatan aerobik adalah berlari, melompat-lompat, dan menari. Aktivitas aerobik ini dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi.

Sementara aktivitas untuk kekuatan otot ada pada permainan dengan menggunakan alat bermain, tarik menarik, dan memanjat pohon. Sedangkan olahraga untuk kekuatan tulang biasanya berasal dari kegiatan tumbukan. Seperti berlari, lompat tali, olahraga basket, dan tenis.

Jika berbicara tentang pentingnya aktivitas fisik, anak-anak zaman now sangat memerlukannya.

“Selain karena pola hidup yang membuat anak malas bergerak, misalnya lebih banyak di depan TV atau bermain gadget, faktor polusi yang semakin meningkat membuat tubuh anak membutuhkan daya tahan tubuh yang lebih kuat dan prima,” kilah Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K).

Untuk mendorong anak menjalani aktivitas fisik yang optimal agar terjaga kesehatannya, Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), menyarankan untuk menjadikannya sebagai gaya hidup. “Sediakan banyak kegiatan menarik yang merangsang aktivitas fisik anak, penyediaan taman bermain seperti banyak tersedia di Surabaya itu sudah bagus. Bahkan untuk mengoptimalkannya, sekolah harus memasukkan dalam kurikulum tentang durasi dan frekuensi beraktivitas fisik,” jelasnya.

Sales & Merketing Director of Consumer Health Dexa PT Dexa Medica, Andrew Sulistya, menambahkan, Dexa Group sebagai perusahaan farmasi memiliki peranan penting mendukung ekosistem hidup sehat untuk anak Indonesia melalui aktivitas fisiknya.

“Kami bekerjasama dengan 838 sekolah dasar/SD di 30 kota di seluruh Indonesia, berpartisipasi dalam program kegiatan tim. Sementara STIMUNO Timo Land hadir di pusat perbelanjaan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya untuk kompetisi aktivitas anak-anak,” ujarnya.

Intinya, kata dia, aktivitas fisik mendorong daya tahan tubuh anak. Namun, untuk mengoptimalkannya diperlukan immunomodulator seperti STIMUNO yang memiliki berbagai keunggulan. (bw)